KINARYA COOP.

Sinopsis

IMPIAN 1000 PULAU

Tema: Hubungan ayah dan anak.

Logline: Integritas seorang anak Nelayan kelas 3 SMA di Kepulauan Seribu untuk mengejar impian yang bertentangan dengan kehendak ayahnya dan realita kehidupan.

Asal Mula :

Dimulai pada tahun 2015, Bupati Kepulauan Seribu, Bp. Budi Utomo mengajak Komunitas Sineas Muda Indonesia (kelompok anak usia sekolah SMP dan SMA yang berasal dari Cikarang, Bekasi, Jawa Barat) yang memulai konsep Pengembangan Ekonomi Kreatif melalui FILM sebagai lokomotif, untuk membantu menularkan niat baik dan kreatif kepada anak-anak usia sekolah di Kepulauan Seribu. Niat kreatif seorang Bupati Kepulauan Seribu ini ditanggapi dengan baik oleh Bp. Edy Putra Irawady, Deputi Kemenko Perekonomian RI, Ibu Yunita Resmi Sari, Direktur UMKM Bank Indonesia dan Bp. Iwan Eka, Asdep Kemenko PMK RI, yang kemudian menginisiasi mengajak kementerian teknis lainnya untuk bergotong royong membuat suatu program idealis dan kreatif berbasis komunitas.

Dalam menggali informasi untuk menemukan ide cerita, Illegal Fishing – Muroami dengan menggunakan Kompresor adalah gagasan yang disampaikan dan tetap dibina dalam menyempurnakan ide cerita dari Film oleh Bp. Errys Maart, Ka. SPTN, Wilayah 1, Kepulauan Seribu.

Naphtali Ivan (Sutradara muda yang memulai karya pertama Film “SUNU” bersama dengan Komunitas Sineas Muda Indonesia lainnya saat berusia 15 tahun) mensutradarai Film drama anak remaja yang sarat akan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap Lingkungan, dengan menggandeng Producer asli dari Kepulauan Seribu, yaitu Yayi Pusputa Sari (17th) dan Siti Solehah Sari (17th) serta crew lokal yang berasal dari SMAN 69 dan MAN I DKI Jakarta, didampingi oleh Stakeholders GERAKAN1000, menjadikan Film Impian 1000 Pulau sebagai prestasi kerja bersama yang didedikasikan bagi Indonesia.

Film Impian 1000 Pulau mengambil lokasi shooting di Kepulauan Seribu, sebagai lokomotif penggerak dan berdampak pada terbentuknya Paket Eco-wisata Budaya & Konservasi di Studio Alam Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu, yang dikerjakan oleh Kelompok Masyarakat Lokal sebagai cara kreatif dalam Upaya meningkatkan pendapatan lokal berbasis pariwisata yang akan di launching pada Bulan Oktober 2018 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Film Impian 1000 Pulau merupakah karya gotong royong dari masyarakat Lokal yang terdiri dari anak-anak usia SMA di Pulau Pramuka dan Pulau Kelapa Dua di dukung oleh anak-anak SMA dan Perguruan Tinggi dari Jakarta (Darat) di dukung oleh Akademisi, Pelaku Usaha serta Kementerian & Lembaga Negara RI yang tergabung dalam GERAKAN1000, berdampak pada pengembangan sub sektor Ekonomi Lokal lainnya secara terintegrasi.

Sinopsis:

Merasa impian besarnya akan pupus, GALANG (Karel Susanteo), seorang murid SMA kelas 3 di Kepulauan Seribu, bertekad kuat untuk keluar dari pulau, menjejakkan kaki ke perguruan tinggi film di darat (Jakarta). Namun, impian besar Galang bertolak belakang dengan kemauan keras sang AYAH (Rifnu Wikana) yang menginginkan anaknya untuk meneruskan pekerjaannya sebagai nelayan muroami yang illegal, sehingga membuat tali hubungan mereka mulai hancur.

Galang melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan mimpinya dengan cara mendaftarkan diri secara diam-diam ke perguruan tinggi bersama dengan NABILA (Yoriko Angeline), teman baik Galang, yang sebenarnya tidak ada niatan untuk melanjutkan sekolah. Sambil menunggu hasil kelulusan dan kabar penerimaan dari perguruan tinggi, Galang mengisi waktu luangnya menjadi sukarelawan di Taman Nasional. Sampai peristiwa yang ditakutkan Galang pun terjadi.  Akankah Galang mencapai mimpinya?

DESKRIPSI KARAKTER

GALANG (Karel Susanteo) :

Meski ia adalah seorang pemimpi besar, Galang adalah sosok orang yang pragmatis. Ia mengerti susahnya hidup dan akan melakukan apapun untuk keluarganya. Galang juga adalah lambang nyata dari peribahasa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Galang adalah orang yang keras kepala, mempunyai integritas tinggi, gigih, dan mendapatkan kebanggan dari apa yang dikerjakannya. Mungkin hal inilah yang membuat ia sering berseteru dengan ayahnya. Disamping itu, ia mempunyai jiwa seni yang tinggi, inilah salah satu alasan kenapa ia mau menjadi seniman. Selain memiliki rasa humor yang baik, Galang juga mempunyai rasa tanggung jawab dan kepemimpinan. Diam-diam ia mempunyai perasaan terhadap Nabila.

AYAH GALANG (Rifnu Wikana) :

Ayah Galang adalah warga Kepulauan Seribu, keturunan Bugis, orang yang sangat keras kepala, sedikit kasar, gigih, dan berani berkorban demi keluarga. Sosok orang yang pendiam, sehingga terkadang ia tidak dapat menyuarakan pikirannya. Ia adalah seorang nelayan muroami dengan menggunakan Kompresor.

IBU GALANG (Wina Marrino) :

Sosok yang penyayang dan keibuan. Ia taat dengan suami meskipun terkadang ia tidak setuju dengan apa yang suaminya suarakan. Sadar akan keuangan keluarganya yang sering naik turun, ia membantu dengan berjualan makanan dari resep yang sudah turun temurun.

NABILA (Yoriko Angeline) :

Seorang murid panuntan disekolah, Nabila adalah anak dari keluarga yang lebih mampu dan tinggal di pulau yang terpisah dari Galang, Adjie, dan Rahman. Bermimpi untuk menjadi seorang jurnalis. Diam-diam ia mempunyai perasaan terhadap Galang.

ZAENAB (Asri Welas) :

Seorang ibu muda. Karena ditinggal suami pergi menjadi ABK kapal pesiar diluar negeri, ia membuka warung kecil-kecilan di dekat Rumah Kreatif, tempat Galang dan teman-temannya nongkrong. Ia adalah orang yang sering “ceplas-ceplos” jika berbicara dan sedikit cerewet.

RAHMAN (Chicco Kurniawan) :

Salah satu teman Galang, Rahman adalah orang yang sangat cuek. Dia lebih mementingkan hasil bola daripada belajar di sekolah. Meski sedikit terbelakang disekolah, ia senang memainkan alat musik dan lebih memilih untuk menjadi musisi daripada melanjukan sekolah.

ADJIE (Rahmed) :

Teman Galang yang paling suka makan. Karena ayahnya yang sakit, ibunya bekerja sebagai PNS di pulau yang berbeda, ia sering ditinggal sendirian di rumahnya. Ia adalah orang yang lucu dan sering bercanda.

Choose Language »