Gerakan 1000
PROSPEKTUS / MODAL PENYERTAAN

PROSPEKTUS / MODAL PENYERTAAN

PROSPEKTUS KINARYA COOP.

 

 

RINGKASAN EKSEKUTIF

 

Koperasi Jasa Serba Usaha Indonesia Kreatif Berkarya (KINARYA COOP.)

 

Kegiatan Usaha Utama

Bergerak dalam bidang usaha Pendidikan Perfilman

 

Kegiatan Usaha Lainnya (Turunannya)

Bergerak dalam bidang usaha dengan penerapan sistem Inkubasi :

  • Jasa Pariwisata / Eko-Wisata : Boga, Kriya, Tour & Travel
  • Jasa Pengolahan Sampah
  • Jasa Agribisnis / Market Place : dengan konsep “Branding” untuk penguatan UMKM lokal

 

Berkedudukan di Jakarta, Indonesia

Kantor Pusat

Ruko Ventura A7, Jl. Gn. Panderman,

Lippo Cikarang, Bekasi 17550, Indonesia

Email : gerakan1000.dki@gmail.com

Website : www.gerakan1000.com

 

Ringkasan Prospektus ini merupakan bagian dari penilaian secara mandiri oleh para pengawas, Pembina, penasehat, pengurus dan anggota KINARYA COOP, yang menjadi satu kesatuan Laporan dan tidak boleh digunakan dan dibaca secara terpisah.

 

 

BAB I. PENAWARAN UMUM

 

KINARYA COOP. dengan ini melakukan Penawaran Umum sejumlah 18.935.000 (Delapan belas juta sembilan ratus tiga puluh lima ribu) Modal Penyertaan (MP) Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 300,- (Tiga Ratus Rupiah) setiap Modal Penyertaan, yang mewakili 49% (empat puluh sembilan persen) dari Modal Ditempatkan dan disetor penuh ke dalam KINARYA COOP. (khususnya untuk Divisi Film) setelah disetujuinya Penjualan Modal Penyertaan dalam Rapat Anggota Tahunan, dengan Harga Penawaran sebesar Rp. 1.000,- (Seribu Rupiah) setiap Modal Penyertaan yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Modal Penyertaan (FPMP). Jumlah Penawaran Modal Penyertaan Umum Perdana adalah sebesar Rp 9.278.150.000,- (Sembilan milyar dua ratus tujuh puluh delapan juta seratus lima puluh ribu rupiah).

 

Modal Penyertaan yang ditawarkan dalam rangka Penawaran Modal Penyertaan Umum Perdana seluruhnya merupakan modal penyertaan baru yang berasal dari kontributor personal maupun secara organisasi / kerjasama antar KINARYA COOP., serta akan diberikan kepada Pengurus  sebagai pengelola unit usaha dengan memiliki hak yang sama dan sederajat sebagai anggota , termasuk antara lain hak atas pembagian SHU, hak untuk mengeluarkan suara dalam RAT, sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam AD/ART KINARYA Coop dan ketentuan tambahan lainnya.

 

Catatan :

RISIKO USAHA UTAMA YANG DIHADAPI  ADALAH RISIKO TERKAIT JUMLAH PENONTON BIOSKOP YANG DISIASATI DENGAN DIBUKANYA MODAL PENYERTAAN, SEHINGGA DIHARAPKAN SELURUH PEMEGANG MODAL PENYERTAAN DAPAT MENJADI AGEN PENJUALAN TIKET YANG AKTIF DALAM UPAYA PEMENUHAN JUMLAH PENONTON.

 

MENGINGAT JUMLAH MODAL PENYERTAAN YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN MODAL PERNYATAAN UMUM KINARYA COOP. PERDANA INI RELATIF BESAR, MAKA TERDAPAT KEMUNGKINAN PERDAGANGAN MODAL PENYERTAAN  INI MENJADI SANGAT BAIK / LIKUID.

Komposisi Modal  pada saat Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:

Dengan terjualnya seluruh saham yang ditawarkan dalam Penawaran Modal Penyertaan Umum Perdana ini, maka susunan permodalan KINARYA COOP. sesudah Penawaran Modal Penyertaan Umum Perdana adalah sebagai berikut :

 

MODAL KINARYA COOP.

SETELAH DILAKUKAN PENJUALAN MODAL PENYERTAAN DARI ALOKASI INVESTOR PERORANGAN

Catatan:

Masyarakat dapat otomatis menjadi ANGGOTA KINARYA COOP. apabila telah melakukan kewajiban sebagai ANGGOTA KINARYA COOP. sebagaimana tercantum dalam Anggara Dasar , yaitu dengan melakukan pendaftaran dan menabung simpanan Pokok & Wajib setiap bulannya.

 

KINARYA COOP. berencana untuk menggantikan Posisi INVESTOR PERORANGAN (Anggota KINARYA COOP.) menjadi MASYARAKAT dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah Pernyataan  dalam rangka Penawaran Modal Penyertaan Umum Perdana ini memperoleh tanggapan yang POSITIF dari MASYARAKAT.

 

KINARYA COOP. akan menerapkan sistem Kerjasama Kelembagaan (MITRA) untuk penguatan Permodalan yang berpegang teguh pada standarisasi sistem digital untuk dapat menembus pasar internasional menuju Indonesia MANDIRI. 

 

BAB II. RENCANA PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENAWARAN MODAL PENYERTAAN UMUM PERDANA

 

Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Modal Penyertaan Umum Perdana ini setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan 100% untuk modal kerja KINARYA COOP. yaitu untuk membiayai penambahan produksi film (di tujuh belas provinsi lainnya) termasuk pengembangan Film animasi sinergi dengan pengembangan unit usaha Pariwisata, Agribisnis dan Pengolahan Sampah secara paralel.

 

KINARYA COOP. akan menyampaikan laporan realisasai penggunaan dana hasil Penawaran Modal Penyertaan Umum Perdana ini secara berkala setiap 6 (enam) bulan dengan tanggal laporan 30 Juni dan 31 Desember kepada Kementerian KINARYA COOP. dan UKM RI dan akan mempertanggung-jawabkannya kepada seluruh Anggota dan Mitra yang disampaikan dalam rangka Rapat Anggota Tahunan.

 

Apabila dana hasil Penawaran Modal Penyertaan Umum Perdana lebih rendah daripada target KINARYA COOP, maka KINARYA COOP. akan mengusahakan pendanaan alternatif dapat berupa pendanaan dari perbankan maupun pendanaan dengan skema lain.

 

Apabila  bermaksud mengubah penggunaan dana hasil Penawaran Modal Penyertaan Umum Perdana ini dari rencana semula sebagaimana tercantum dalam Prospektus, maka  akan menyampaikan rencana dan alasan perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Modal Penyertaan Umum Perdana bersamaan dengan pemberitahuan mata acara RAT kepada Kementerian KINARYA COOP. dan UKM RI, dimana rencana tersebut harus memperoleh persetujuan dari RAT terlebih dahulu.

 

BAB III. PERNYATAAN HUTANG

 

Sesuai dengan laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2018, KINARYA COOP. mempunyai kewajiban sebesar Rp. 3.500.000.000 (Tiga Milyar Lima Ratus Juta Rupiah) kepada investor perorangan, yang digunakan sebagai Modal pembuatan Film Layar Lebar Impian 1000 Pulau, sinergi dengan pendampingan dan pembuatan standarisasi sistem terintegrasi dari beberapa unit bisnis UMKM berbasis Eco-Wisata di Kepulauan Seribu, sebagai Pilot Program Ekonomi Kreatif Terintegrasi dengan menggunakan Film sebagai Lokomotif penggerak melalui penguatan Badan Hukum KINARYA COOP.

 

Catatan:

SEHUBUNGAN DENGAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN YANG TELAH DIUNGKAPKAN TERSEBUT DI ATAS, KINARYA COOP. MENYATAKAN BAHWA TIDAK TERDAPAT PEMBATASAN-PEMBATASAN (NEGATIVE COVENANT) YANG DAPAT MERUGIKAN HAK-HAK PEMEGANG MODAL PENYERTAAN UMUM.

 

BAB IV. PERNYATAAN HARTA & UNIT USAHA SIAP JUAL

 

  • UNIT USAHA FILM

 

Film Layar Lebar IMPIAN 1000 PULAU yang bernilai Modal Rp. 5.5M (Lima Milyar Lima Ratus Juta Rupiah) telah SIAP TAYANG dan telah dimulai dengan special Screening / NOBAR dengan target jumlah 1juta penonton. Uji Coba telah dilakukan untuk mengetahui Minat Pasar di bulan November 2018 lalu.

 

Target Penonton                        : 5 juta penonton di 17 Provinsi (Tahap I)

Target Pendapatan Kotor           : Rp. 250.000.000.000.- (Dua Ratus Lima Puluh Milyar Rupiah)

Target Pendapatan Bersih          : Rp. 44.319.500.000,- (Empat puluh Empat Milyar Tiga Ratus Sembilan belas juta Lima ratus ribu rupiah)

 

  • UNIT USAHA PARIWISATA

 

6 (enam) jenis makanan olahan ikan, khas Kepulauan Seribu yang telah SIAP bersaing di pasar modern, dengan target penjualan 25.000 pcs / jenis untuk 1 (satu) bulan penjualan baik melalui pasar modern wilayah DKI Jakarta maupun penjualan antar pulau, akan menambah peluang mendapatkan keuntungan dari unit Usaha Pariwisata – Boga.

 

Pengembangan unit usaha yang saling bersinergi lainnya, yaitu Paket Wisata Budaya & Konservasi Impian 1000 Pulau sebagai sebagai dampak dari penayangan Film Impian 1000 Pulau, dengan target pengunjung 500 orang per bulan, tentunya dapat menjadi alternatif pendapatan dari unit usaha Pariwisata yang juga dikelola oleh KINARYA COOP. Bekerjasama dengan Komunitas Masyarakat Lokal. 

 

Catatan:

Produk-produk dari Unit Usaha KINARYA COOP. ini diprediksi akan mengalami pertumbuhan secara bersamaan dengan menggunakan strategi sinergi marketing kolaborasi dengan Komunitas dan berbagai Pihak.

 

BAB V. PREDIKSI PERTUMBUHAN HARTA & UNIT USAHA DALAM 3 TAHUN ke DEPAN

 

Khusus untuk Unit Usaha FILM

 

Sebagai Aset berupa Film Layar Lebar Impian 1000 Pulau akan digunakan melalui sistem NOBAR di 17 (tujuh belas) Provinsi lain sebagai target utama penayangan yang diikuti dengan program lanjutannya, sehingga dapat menjadi Penggerak untuk kelanjutan pembuatan Film / TV Series kota lainnya, yaitu :

 

            Target Provinsi                          Target Pengembangan Eco-Wisata

 

  1. Sumatera Utara                         : Danau Toba
  2. Bangka Belitung                        : Tanjung Kelayang
  3. Banten                                      : Tanjung Lesung
  4. Jawa Tengah                             : Borobudur
  5. Jawa Timur                                : Semeru, Bromo, Tengger
  6. Maluku                                      : Morotai
  7. Nusa Tenggara Barat                 : Lariti
  8. Nusa Tenggara Timur                 : Labuan Bajo
  9. Sulawesi Tenggara                    : Wakatobi
  10. Jawa Barat                                : Citarum
  11. Yogyakarta
  12. Sulawesi Selatan
  13. Sulawesi Utara
  14. Sumatera Barat
  15. Sumatera Selatan
  16. Papua
  17. DKI Jakarta                               : Kepulauan Seribu (Pilot Program)

 

Dengan 3 (tiga) Genre Film yang utama yang diprediksi dapat menembus pasar Internasional, yaitu :

  1. Drama
  2. Musical
  3. Animasi

 

Yang tentunya diikuti oleh pengembangandan pembinaan dari masing-masing unit bisnis Pariwisata, Pengolahan Sampah & Agribisnis termasuk di dalamnya pengembangan unit usaha Market Place.

 

Adapun Anggaran / kebutuhan modal pengembangan 17 Film di 17 Provinsi (Tahap I) adalah IDR 85.000.000.000,- (Delapan Puluh Lima Milyar Rupiah) atau sama dengan IDR 5.000.000.000,- (Lima Milyar Rupiah) per Film per Provinsi.

 

Dengan prediksi pengembangan nilai keuntungan total minimal IDR 170.000.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Milyar Rupiah) dengan target penonton 1.000.000 (satu juta) orang.

Dan optimis target keuntungan IDR 850.000.000.000,- (Delapan Ratus Lima Puluh Milyar Rupiah) dengan target penonton 5.000.000 (Lima Juta) orang.

 

BAB VI. TATA CARA PEMBELIAN MODAL PENYERTAAN UMUM PERDANA

 

  1. PENGAJUAN MODAL PENYERTAAN

 

KIINARYA COOP. membuka peluang bagi setiap Warga Negara Indonesia untuk dapat menjadi Pemegang Modal Penyertaan, dengan mengambil alih posisi Investor Perorangan – Anggota KINARYA COOP. (dalam jumlah besar) dari Film Impian 1000 Pulau yang telah siap ditayangkan, senilai total 18.935.000 (Delapan belas juta sembilan ratus tiga puluh lima ribu) lembar Modal Penyertaan atas nama perseorangan maupun organisasi / join kelembagaan KINARYA COOP. dengan nilai nominal Rp. 1.000,- (Seribu Rupiah) setiap lembar saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Modal Penyertaan (FPMP) secara online di www.gerakan1000.com

 

 

  1. PEMESAN YANG BERHAK

 

Kesempatan terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia, dengan ketentuan Perorangan:

  1. Usia dibawah 17 tahun akan dianggap sebagai Pemegang Modal Penyertaan Luar Biasa, sebagai pemegang Modal Penyertaan LUAR BIASA yang tidak mempunyai hak suara
  2. Usia sama dengan atau diatas 17 tahun akan dianggap sebagai Pemegang Modal Penyertaan LUAR BIASA non anggota yang tidak mempunyai hak suara
  3. Usia sama dengan atau diatas 17 tahun akan dianggap sebagai Pemegang Modal Penyertaan AKTIF jika terdaftar sebagai anggota KINARYA COOP. yang tidak mempunyai hak suara

 

Kesempatan terbuka bagi seluruh Koperasi di Indonesia (Mitra), dengan ketentuan:

Koperasi lain yang membeli secara menjadi Modal Penyertaan Lembaga — kategori Pemesan Organisasi / Lembaga / Mitra Koperasi LUAR BIASA yang tidak mempunyai hak suara

 

  1. MASA PENAWARAN UMUM PERDANA MODAL PENYERTAAN

 

Masa Penawaran Perdana Modal Penyertaan Umum akan dimulai pada tanggal 15 Agustus s/d 30 Agustus 2019

 

  1. JUMLAH PEMESANAN

 

Pemesanan pembelian Modal Penyertaan harus diajukan dalam jumlah sekurang-kurangnya 1 (satu) satuan perdagangan yang berjumlah 50 (lima puluh) lembar saham dan selanjutnya dalam jumlah kelipatan 50 (lima puluh) lembar saham, dengan istilah penjualan per LOT.

 

  • MASA PROMOSI – Khusus Peserta Pelajar / Mahasiswa

 

KINARYA COOP. Divisi Perfilman membuat Paket #1ticket1mangrove Film Impian 1000 Pulau, khusus untuk 10.000 (Sepuluh ribu) pembeli pertama, secara otomatis akan mendapatkan 1 LOT SAHAM, sehingga total 500.000 (Lima ratus ribu) lembar Modal Penyertaan atau sama dengan Rp. 500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah), dengan Kategori ”Pemegang Modal Penyertaan Pelajar Promosi Impian 1000 Pulau”

 

Hak sebagai ”Pemegang Modal Penyertaan Pelajar Promosi Impian 1000 Pulau” ini, akan segera berlaku apabila telah terbukti mendaftar sebagai Anggota KINARYA Coop, dengan hak istimewa yaitu dibebaskan dari Simpanan Pokok senilai Rp. 50.000,- (Lima puluh ribu rupiah), namun tetap harus melunasi kewajiban simpanan wajib bulanan selama 1 (satu) tahun kedepan, terhitung mulai bulan Agustus 2019 sampai dengan bulan Juli 2020, sebagai persyaratan untuk mendapatkan nomor Anggota  yang diikuti dengan berlakunya hak dan kewajiban sebagai Anggota  sesuai dengan Anggaran Dasar yang berlaku.  

 

Setiap ”Pemegang Modal Penyertaan Pelajar Promosi Impian 1000 Pulau” (dengan persetujuan dari Orang Tua) diperkenankan untuk membeli Modal Penyertaan Tambahan, dengan ketentuan :

 

Maksimal Kepemilikan ”Pemegang Modal Penyertaan Pelajar Promosi Impian 1000 Pulau

 

  • Pelajar dibawah 17 tahun (Anggota Luar Biasa) – LOT             10
  • Pelajar dibawah 17 tahun (Anggota Luar Biasa) – Lembar       500
  • Pelajar dibawah 17 tahun (Anggota Luar Biasa) – IDR             500.000,-

 

  • Pelajar = / diatas 17 tahun (Anggota Luar Biasa) – LOT             20
  • Pelajar = / diatas 17 tahun (Anggota Luar Biasa) – Lembar       1000
  • Pelajar = / diatas 17 tahun (Anggota Luar Biasa) – IDR             1.000.000,-

 

 

  • MASA PROMOSI – Khusus Peserta Dewasa & Mitra Lembaga

 

KINARYA COOP. Divisi Perfilman membuat Paket #1ticket1mangrove Film Impian 1000 Pulau, khusus untuk 10.000 (Sepuluh ribu) pembeli pertama, secara otomatis akan mendapatkan 1 LOT MODAL PENYERTAAN, sehingga total 500.000 (Lima ratus ribu) lembar Modal Penyertaan atau sama dengan Rp. 500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah), dengan Kategori ”Pemegang Modal Penyertaan Dewasa / Organisasi / Mitra Koperasi.”

 

Hak sebagai ”Pemegang Modal Penyertaan Dewasa / Organisasi / Mitra Koperasi” ini, akan segera berlaku apabila telah terbukti mendaftar sebagai Anggota / Mitra , dengan hak istimewa yaitu dibebaskan dari Simpanan Pokok senilai Rp. 50.000,- (Lima puluh ribu rupiah), namun tetap harus melunasi kewajiban simpanan wajib bulanan selama 1 (satu) tahun kedepan, terhitung mulai bulan Agustus 2019 sampai dengan bulan Juli 2020, sebagai persyaratan untuk mendapatkan nomor Anggota  yang diikuti dengan berlakunya hak dan kewajiban sebagai Anggota  sesuai dengan Anggaran Dasar yang berlaku.  

 

Maksimal Kepemilikan ”Pemegang Modal Penyertaan Dewasa & MITRA Promosi Impian 1000 Pulau

 

  • Dewasa (Anggota Luar Biasa) – LOT                               1000
  • Dewasa (Anggota Luar Biasa) – Lembar                         1000
  • Dewasa (Anggota Luar Biasa) – IDR                                50.000.000,-

 

  • Mitra Koperasi / Organisasi – LOT                                   50.000
  • Mitra Koperasi / Organisasi – Lembar                             1000
  • Mitra Koperasi / Organisasi – IDR                                    2.500.000.000

 

Pemesanan pembelian modal penyertaan perseorangan maupun secara kolektif, harus dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Prospektus ini dan FPMP. Pemesanan pembelian Modal Penyertaan dilakukan dengan menggunakan FPMP secara online melalui www.gerakan1000.com

 

Setiap pemesan Modal Penyertaan harus memiliki Rekening Tabungan Pribadi (ataupun melalui tabungan orang tua, jika pemegang Modal Penyertaan usia 17 tahun ke bawah) untuk melakukan transaksi keuangan secara online / debit rekening.

 

  1. PERSYARATAN PEMBAYARAN

 

Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer, dalam mata uang Rupiah dan dibayarkan langsung pada waktu FPMP diajukan. Semua setoran harus dimasukan ke dalam rekening :

 

KINARYA COOP. JASA SERBA USAHA INDONESIA KREATIF BERKARYA

BANK CENTRAL ASIA KCU PLUIT

A/C # 168-719-2222

SWIFT CODE : CENAIDJA

 

Apabila pembayaran menggunakan cek, maka cek tersebut harus merupakan cek atas nama/milik pihak yang mengajukan (menandatangani) FPMP. Cek milik/atas nama pihak ketiga tidak dapat diterima sebagai pembayaran. Seluruh pembayaran harus sudah diterima (in good funds) oleh KINARYA COOP. dari calon Anggota Perseorangan dan Mitra selambat-lambatnya pada tanggal 2 September 2019 pada rekening tersebut di atas, untuk kemudian dapat diumumkan pada acara Press Conference yang akan diadakan oleh KINARYA COOP. dalam rangka memperingati HARI KESAKTIAN PANCASILA pada tanggal 1 Oktober 2019.

 

Apabila pembayaran tidak diterima pada tanggal tersebut diatas maka FPMP yang diajukan dianggap batal. Semua biaya bank dan biaya transfer sehubungan dengan pembayaran tersebut menjadi tanggung

jawab pemesan. Semua cek dan bilyet giro akan segera dicairkan pada saat diterima. Bilamana pada saat pencairan cek atau bilyet giro ditolak oleh bank tertarik, maka pemesanan Modal Penyertaan yang bersangkutan otomatis menjadi batal. Untuk pembayaran melalui transfer account dari bank lain, pemesan harus melampirkan fotokopi Nota Kredit Lalu Lintas Giro (LLG) dari bank yang bersangkutan dan menyebutkan nomor Kode Unik FPMP-nya.

 

 

  1. PENYERAHAN FKPS ATAS PEMESANAN MODAL PENYERTAAN

 

Distribusi e-certificate Modal Penyertaan akan dikirimkan melalui email masing-masing maksimal 2 bulan dari tanggal pembelian (disesuaikan dengan antrian email).

 

 

  1. HAK SUARA PEMEGANG MODAL PENYERTAAN

 

Distribusi e-certificate Sodal Penyertaan akan dikirimkan melalui email masing-masing maksimal 2 bulan dari tanggal pembelian (disesuaikan dengan antrian email).

 

 

BAB VII. FAKTOR RISIKO

 

Dalam menjalankan kegiatan usahanya,  tidak terlepas dari berbagai macam risiko yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan  yang pada gilirannya dapat berpotensi menurunkan hasil investasi yang diperoleh para calon investor dari membeli Modal Penyertaan  Calon investor harus berhati-hati dalam membaca risiko-risiko yang dihadapi  serta informasi lainnya dalam Prospektus ini sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada Modal Penyertaan

 

Risiko-risiko yang akan diungkapkan dalam uraian berikut merupakan risiko-risiko yang material bagi  serta untuk faktor risiko usaha yang bersifat material dan umum telah dilakukan pembobotan berdasarkan dampak dari masing-masing risiko tersebut terhadap kinerja keuangan  dimulai dari risiko utama  Berikut ini adalah risiko-risiko utama yang dihadapi oleh  dalam menjalankan kegiatan usahanya:

 

 

RISIKO UTAMA YANG MEMPUNYAI PENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP KELANGSUNGAN KEGIATAN USAHA

 

  1. Risiko Terkait Jumlah Penonton Bioskop

 

Untuk menjaring para penonton film yang dihasilkan,  melakukan kegiatan-kegiatan pemasaran baik secara online seperti trailer maupun offline seperti melalui poster atau acara meet and greet, NOBAR bersama Komunitas dan bundling #1ticketmangrove dengan mendapatkan e-certificate dari  merupakan langkah strategi  dalam mempromosikan Film Impian 1000 Pulau (khususnya), sebab kinerja  sangat dipengaruhi oleh jumlah penonton bioskop yang dihasilkan. Tidak tercapainya target jumlah penonton akan memberi dampak negatif pada kinerja keuangan  Kinerja keuangan  akan bervariasi dari waktu ke waktu berdasarkan jumlah penonton dan popularitas film. Selain itu, tidak tercapainya target penonton dapat disebabkan kurang maksimalnya kegiatan pemasaran akibat biaya pemasaran yang sangat tinggi.

 

  1. RISIKO USAHA vs STRATEGI KREATIF

 

  1. Risiko Persaingan dengan Film Indonesia (lainnya) dan Film Impor

 

Film Indonesia yang dihasilkan oleh Production House besar yang berpengalaman dan Film-film impor saat ini hadir membanjiri bioskop dan layar televisi, yang tentunya secara teori harusnya memiliki keunggulan dari sisi kualitas film dan tenaga professional yang ahli dalam bidang perfilman. Selain keunggulan ini, jumlah produksi dan variasi film impor yang lebih banyak membuat film impor masih memiliki pangsa pasar yang lebih besar dibanding film Indonesia. Walaupun memiliki segmen tersendiri, banyaknya film-film impor berpotensi mengurangi porsi film lokal di bioskop yang imbasnya pada pendapatan

 

Untuk itu Strategi  dengan membuka Peluang Kepemilikan Modal Penyertaan terhadap Produksi Film tentunya, diharapkan setiap Pemilik Modal Penyertaan, dapat menjadi OFFLINE AGEN yang baik untuk Produk Film yang dihasilkan.  

 

  1. Risiko Kelangkaan Sumber Daya Manusia

 

Sebagai suatu karya intelektual,  mempunyai keyakinan bahwa, industri film yang seharusnya membutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) profesional yang tidak hanya memerlukan dasar pendidikan yang kuat, namun didasari juga atas banyaknya pengalaman di lapangan.  Walaupun SDM industri film saat ini sudah memilik kualitas yang bagus, Indonesia masih dihadapkan pada kualitas / value Film Indonesia yang masih lemah dalam nilai edukasi.  Resiko ini justru ditangkap sebagai peluang oleh KINARYA COOP. untuk mengajak keterlibatan anak usia sekolah (terutama SMA & SMK) untuk dapat mengembangkan talenta mereka melalui peluang “magang” dalam memproduksi Film / Video / YouTube / TV Series yang tentunya berdampak pada timbulnya SDM dari generasi Milenial yang professional untuk menghasilkan karya Film Indonesia yang berkualitas dan sarat akan unsur edukasi yang menghibur.

 

  1. Risiko Investasi Pada Artis, Sutradara dan Pemegang Hak Cipta

 

Dalam industri perfilman, sudah menjadi hal yang biasa apabila rumah produksi melakukan kontrak ekslusif dengan artis atau sutradara sehingga para pemain dan sutradara tersebut akan memprioritaskan rumah produksi tertentu ataupun tidak boleh menerima pekerjaan dari rumah produksi yang lain. Selain investasi pada kontrak eksklusif, rumah produksi juga berinvestasi dengan membeli hak cipta dari pemilik hak cipta seperti novel, karya tulis, ataupun kisah hidup.  Berinvestasi pada kontrak eksklusif dan hak cipta memerlukan biaya yang cukup besar yang akan dapat memberikan efek negatif pada kinerja  apabila film yang diproduksi tidak memenuhi target penjualan.

 

Namun, sesuai pada Point 2,  akan menciptakan Artis, Sutradara serta Jabatan Pembuat Film lainnya melalui pendekatan ke sekolah, yang dapat memberikan pengalaman “magang” tanpa mengesampingkan kualitas, mutu dan nilai dari Film yang dihasilkan.  Hal ini tentunya dapat berdampak adanya peluang lapangan usaha baru bagi anak lulusan usia sekolah untuk berkarir di dunia perfilman serta unit bisnis turunannya. 

 

  1. Risiko Pembajakan Film

 

Walaupun telah menerapkan proteksi ketat terhadap film yang didistribusikan ke bioskop dan pengelola bioskop juga sudah menerapkan proteksi maksimal, masih terdapat kemungkinan terjadinya pembajakan film ke depannya. Pembajakan dapat terus terjadi terutama bila pemerintah sebagai regulator tidak menjalankan peraturan yang dibuat secara maksimal. Pemerintah dalam hal ini telah memiliki peraturan-peraturan untuk meminimalisasi atau bahkan menghilangkan pembajakan film, seperti dapat dijerat dengan pasal 32 dan 48 UU ITE, dan pasal 113 UU Hak Cipta dengan ancaman hukuman 9 tahun. Perkembangan digital juga menumbuhkan pembajakan terutama melalui situs streaming atau videosharing.  Selain itu, pembajakan juga marak karena disebabkan akses masyarakat untuk menonton film yang masih minim karena kurangnya jumlah bioskop. Kurangnya akses dapat mendorong masyarakat melakukan tindakan-tindakan ilegal. Maraknya pembajakan dapat berpengaruh negatif terhadap jumlah penonton bioskop dan penjualan home video.  Untuk itu  melihat peluang untuk memperbanyak sistem NOBAR yang tidak hanya akan dilakukan di Bioskop, namun juga dapat dilakukan di tempat-tempat yang dapat mengumpulkan massa (misalnya : Sekolah, tempat ibadah, tempat pertemuan / kantor) dan tentunya dengan nilai penjualan yang lebih murah dibanding harus melakukan NOBAR di Bioskop.

 

  • RISIKO UMUM

 

  1. Risiko Terkait Bencana Alam

 

Kondisi bencana alam seperti hujan dan banjir sangat mempengaruhi jumlah penonton bioskop. Kejadian

Hujan dan banjir yang terjadi di Jakarta telah menekan jumlah penonton yang disebabkan keengganan masyarakat untuk keluar rumah dan menonton di bioskop. Terulangnya kondisi tersebut di masa depan dapat berdampak negatif terhadap kondisi keuangan KINARYA COOP., jika tidak segera disiasati dengan diadakannya event NOBAR non bioskop.

 

  1. Risiko Terkait Kondisi Makroekonomi

 

Kemampuan daya beli masyarakat terutama di bidang hiburan sangat mempengaruhi kinerja KINARYA COOP. Tingkat kunjungan penonton bioskop dapat dipengaruhi oleh tren negatif ekonomi. Penurunan kepercayaan konsumen dan disposable income secara umum akan mempengaruhi tingkat permintaan akan film atau berdampak secara negatif dan signifikan terhadap industry produksi film yang juga akan berdampak langsung pada KINARYA COOP.  Untuk itu dengan strategi Penonton sebagai Pemilik Saham dari Film yang ditayangkan, tentunya akan membangkitkan animo masyarakat untuk mau menonton Film Indonesia dengan kualitas, nilai dan mutu yang baik.

 

  1. Risiko Terkait Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia

 

Kegiatan usaha KINARYA COOP. dipengaruhi oleh peraturan perundang-undangan di Indonesia (khususnya bidang Perfilman) yang sangat membatasi KINARYA COOP. untuk masuk dalam persaingan industry Film,  khususnya yang mengatur bidang perijinan, standarisasi upah dan sistem produksi yang tidak memihak pada KINARYA COOP., tentunya akan menjadi Resiko tertinggi dari keberlangsungan Divisi Film dalam Badan Usaha KINARYA COOP..  Namun, dengan mulai diterimanya Film Impian 1000 Pulau untuk melakukan NOBAR di Bioskop secara komersil, merupakan titik terang untuk keberlangsungan Divisi Film dalam KINARYA COOP., sehingga akan berdampak positif pada kinerja keuangan KINARYA COOP..

 

  1. Risiko Terkait Kondisi Politik dan Keamanan

 

KINARYA COOP. berkeyakinan bahwa potensi perkembangan politik Indonesia di masa depan akan membuka peluang pertumbuhan signifikan bagi KINARYA COOP. Walaupun demikian, tidak ada jaminan pasti akan terus terjaganya kondisi politik dan keamanan yang stabil. Memburuknya kestabilan politik dan keamanan berada di luar kendali KINARYA COOP. dan dapat memberi efek negatif yang signifikan bagi kinerja keuangan KINARYA COOP. Kondisi politik dan keamanan yang memburuk dapat menurunkan minat menonton sehingga berdampak negatif pada pendapatan KINARYA COOP.  Untuk itu, KINARYA COOP. fokus pada target generasi Z, Milenial dan Anggota Koperasi lainnya untuk ikut terlibat menjadi Pemegang Modal Penyertaan dari Film.

 

  • RISIKO BAGI INVESTOR

 

  1. Risiko Kebijakan Dividen

 

Pembagian dividen akan dilakukan berdasarkan RAT mengacu pada kinerja keuangan KINARYA COOP. yaitu dengan mempertimbangkan pendapatan, arus kas, kebutuhan modal kerja dan beban biaya KINARYA COOP. di masa yang akan datang. Kebutuhan pendanaan atas rencana pengembangan usaha di masa mendatang dan juga risiko akan kerugian yang dibukukan dalam laporan keuangan konsolidasian dapat menjadi alasan yang mempengaruhi keputusan KINARYA COOP. untuk tidak membagikan dividen.

 

KINARYA COOP. telah mengungkapkan semua risiko-risiko usaha yang bersifat material yang dapat berpengaruh terhadap kinerja keuangan KINARYA COOP. di masa mendatang sebagaimana dijelaskan dalam daftar risiko usaha yang disajikan di atas, yang tentunya disertakan dengan strategi kreatif KINARYA COOP. dalam menghadapi kemungkinan resiko yang akan dialami.

BAB VIII. KETERANGAN TENTANG KINARYA, KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA

 

  • RIWAYAT SINGKAT KINARYA

     

Berawal dari dibentuknya GERAKAN1000 – Program ekonomi kreatif terintegrasi dengan menggunakan Film sebagai lokomotif penggerak sub sektor ekonomi kreatif lainnya dalam meningkatkan pendapatan lokal berbasis Eco-wisata yang dikerjakan oleh masyarakat lokal diinisiasi oleh generasi Z dan milenial Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah, Akademisi dan Pebisnis, dengan mengambil lokasi di Kepulauan Seribu yang merupakan salah satu area pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional sebagai Pilot Program, yang diawali dengan penandatanganan Deklarasi GERAKAN1000 oleh seluruh stakeholder GERAKAN1000 di Kantor Kabupaten, Kepulauan Seribu tanggal 31 Maret 2016.

 

  • STRUKTUR ORGANISASI KINARYA

 

  • BISNIS MODEL KINARYA

 

 

  • KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA KINARYA

 

Kegiatan usaha KINARYA dan Kantor Perwakilan Operasional KINARYA COOP.

KINARYA COOP. Jasa Serba Usaha Indonesia Kreatif Berkarya (“KINARYA”) secara sah didirikan pada tahun 2017 dengan inisiasi sekelompok anak muda di bawah pimpinan Ivonny selaku Ketua GERAKAN1000 dan Executive Produser Film Impian 1000 Pulau bersama dengan perwakilan dari Pemerintah, Akademisi dan Pebisnis, memulai giat GERAKAN1000 sebagai cikal bakal dari KINARYA.

 

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, KINARYA senantiasa berpedoman pada visi dan misi yang telah ditetapkan, yang juga merupakan wujud dari aspirasi pendiri KINARYA, yaitu :

 

VISI

Bless our nation with our talent untuk meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat menuju Indonesia Mandiri melalui wadah KINARYA COOP.

 

MISI

menjadi jembatan dalam mengangkat kreatifitas anak bangsa, melalui pembekalan dan pendampingan yang maksimal dalam mencapai hasil optimal yang berdaya saing dengan mengoptimalkan potensi bangsa dengan memanfaatkan jaringan di dalam maupun luar negeri sehingga dapat menjadi sokoguru ekonomi bangsa.

 

Dengan menjadi yang terdepan di industri film lokal dimana film sebagai lokomotif, yang disiarkan secara global. Misi ini mendasari komitmen kami untuk selalu berinovasi dan memproduksi film berkualitas.  Secara garis besar, KINARYA COOP. melakukan kegiatan usaha dengan unit  bisnis utama, yaitu memproduksi film yang sinergi dengan unit bisnis lainnya, serta melakukan kegiatan pemasaran dan penjualan.

 

Dalam memproduksi film, KINARYA COOP. melakukan 4 tahap utama yaitu :

  1. Pengembangan Kreatif / Creative Development
  2. Praproduksi / Pre-Production
  3. Produksi / Production
  4. Paskaproduksi / Post-Production

 

Setelah memproduksi film, KINARYA COOP. melakukan kegiatan pemasaran dan penjualan melalui jaringan bioskop, Free To Air TV, maupun Digital. Kegiatan usaha KINARYA COOP. sangat bergantung pada daya beli masyarakat dan minat menonton.  Sampai saat ini, ketergantungan kegiatan KINARYA COOP. terletak pada nilai-nilai dan tujuan dibuatnya Film yang cukup menarik banyak minat penonton yang bukan dari kalangan pecinta Nonton di Bioskop.

 

Selain produksi film, KINARYA COOP. juga memperoleh pendapatan melalui kontribusi Kantor Perwakilan Operasional lainnya yang menjalankan usahanya berbasis Eco-Wisata yang telah bersinergi dengan pembuatan Film.  Untuk sekarang ini, Kantor Perwakilan Operasional KINARYA COOP. terdapat di Kepulauan Seribu.

 

  • Proses Pengembangan Kreatif dan Praproduksi

 

Proses produksi film dimulai dengan pengembangan kreatif yang dimulai dengan menetapkan tujuan pembuatan film disertai dengan ekplorasi ide atau gagasan cerita. Sumber cerita dapat berasal dari ide yang murni berasal dari tim kreatif dan artikel. Dalam pengembangan ide cerita, KINARYA COOP. juga tidak lupa menentukan segmen yang akan dituju. Hal ini dilakukan untuk mendukung pembuatan alur cerita agar lebih menarik.  Setelah penetapan cerita yang akan difilmkan, tim dari KINARYA COOP. akan melanjutkan ke proses praproduksi yang terdiri dari beberapa aktivitas penting yaitu :

 

  • Penetapan anggaran / Budget Design

Penetapan anggaran merupakan proses memperhitungkan pendanaan dari sebuah produksi film. Skenario yang merupakan blue print dari sebuah film merupakan faktor penting untuk menentukan anggaran.  Untuk mendongkrak pendapatan film, beberapa faktor seperti pemeran, sinematografi, kegiatan paska produksi serta kegiatan promosi juga akan menjadi pertimbangan dalam menetapkan anggaran. Selain itu, proyeksi jumlah penonton juga akan mempengaruhi penetapan anggaran.

 

  • Penulisan Skenario / Script

Ide cerita yang telah ditetapkan akan dikembangkan menjadi skenario film yang rinci. Penggambaran mengenai waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cerita, dialog, ekspresi para pemain akan dideskripsikan dengan rinci dalam skenario. Penulisan skenario dilakukan oleh tim dari KINARYA COOP. Segmentasi film juga akan menentukan skenario yang dibuat karena akan mempengaruhi alur cerita yang akan dibuat.

  • Perencanaan / Planning
  • Perincian Skrip / Script Breakdown

Script Breakdown adalah proses di mana setiap hal yang diperlukan untuk pengambilan gambar film diidentifikasi. Termasuk lokasi, alat peraga, efek dan lain-lain. Dalam proses ini sangat penting untuk meneliti setiap detail untuk memperkirakan anggaran dan jadwal.

  • Shot List

Sutradara akan membuat shot list, yaitu rincian shot-by-shot dari setiap adegan, dengan deskripsi framing dan detail lainnya, seperti panjang fokus, gerakan kamera, dan lokasi, kemudian dituangkan dalam bentuk Storyboard.

  • Storyboard

Storyboard merupakan sebuah representasi visual dari setiap konsep penyutradaraan untuk adegan dalam film. Storyboard dapat mengilustrasikan penempatan karakter, blocking, posisi pencahayaan, panjang fokus, dan catatan lainnya.

  • Pengurusan perijinan/legalitas formal

Tim legal (yang dibantu oleh pemerintah setempat) yang dibentuk akan mengurus perijinan yang terdiri dari perijinan lokasi pengambilan gambar dan penggunaan peralatan, perjanjian kerjasama dengan pemeran serta kru film, dan lain-lain.

  • Pencarian pemeran / Casting

Pencarian pemeran dikordinir oleh tim casting dari KINARYA COOP. Proses ini dimulai dengan diskusi antara produser dengan tim casting untuk menentukan daftar lengkap pemeran yang dibutuhkan. Daftar pemeran dapat diperoleh melalui casting yang langsung dilakukan oleh tim casting KINARYA COOP. ataupun melalui rekomendasi dari talent agency yang telah bekerjasama dengan KINARYA COOP.

  • Script Conference

Setelah para pemeran ditentukan, para pemeran akan melakukan tahap reading dan rehearsal. Tahap ini merupakan tahap pengarahan para pemeran oleh sutradara agar sesuai dengan skenario dan konsep kreatif sutradara. Tahapan ini juga dilakukan pelatihan atas masing-masing karakter yang akan diperankan, termasuk di dalamnya latihan mengucapkan dialog dengan tepat. Tahapan ini melibatkan Acting Coach (Pengarah Adegan) dan/atau Dialog Coach (Pengarah Dialog).

  • Pemilihan Lokasi

Tahapan ini adalah tahapan dimana kru mencari lokasi (disesuaikan dengan tujuan pengembangan eco-wisata) yang paling tepat untuk pengambilan gambar. Pemilihan lokasi akan bergantung pada cerita dan anggaran yang telah ditetapkan. Selain anggaran, beberapa pertimbangan dalam pemilihan lokasi adalah keterjangkauan, keamanan lokasi, ketersediaan sumber daya listrik, serta perijinan. Lokasi shooting dapat dilakukan di set alam ataupun studio.

  1. Beberapa aktivitas lain yang dilakukan selama praproduksi adalah pemilihan kru produksi (yang biasanya akan memilih kru dari anak usia SMA SMK ataupun masyarakat lokal yang telah dibina terlebih dahulu), persiapan set dan kostum, serta mempersiapkan alat-alat teknis. Tahap praproduksi merupakan tahap yang sangat menyita waktu dikarenakan pada tahap ini seluruh kerangka kerja telah ditetapkan. Selain itu, batasan-batasan pengambilan gambar juga sudah ditentukan dan diatur.

 

  1. Produksi Film

 

Setelah praproduksi, proses produksi film dapat mulai dilakukan dengan melakukan pengambilan gambar/shooting sesuai dengan skenario yang telah ditulis. Dalam pengambilan gambar, KINARYA COOP. senantiasa berpedoman pada perencanaan yang telah dilakukan pada praproduksi dengan melakukan manajemen anggaran dan manajemen waktu secara terkontrol dan disiplin (sehingga menjadi wadah untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang telah diperkenalkan). Proses produksi dapat dilakukan oleh KINARYA COOP. sendiri atau dapat juga dengan bekerjasama dengan tenaga professional yang mengerti nilai-nilai yang akan diterapkan sebagai Mentor di lapangan. Proses produksi yang dilakukan oleh pihak di luar KINARYA COOP. dilaksanakan dibawah pengawasan ketat dari KINARYA COOP.

 

  1. Proses Paska Produksi

 

Paska produksi adalah fase utama ketiga dan terakhir dari proses pembuatan film. Dalam Paska produksi dilakukan pengorganisasian dan penyatuan dari semua elemen yang akan ditampilkan oleh sebuah film. Proses ini membutuhkan waktu, perhatian, dan melibatkan berbagai keahlian seperti : Editor, Sound Designer, Music Composer/Scorer, VisualEeffects Team, dan lain-lain. Inti pekerjaan paska produksi dapat dibagi menjadi dua bagian utama yang sama penting yaitu:

  1. Visual
  2. Audio

 

Tahapan Paska produksi adalah :

  • Offline Editing

Merupakan proses menyusun dan menata hasil rekaman gambar menjadi satu keutuhan berdasarkan naskah/skenario. Pengeditan offline merupakan potongan kasar (rough edit) dan dilakukan menggunakan salinan (copy) dengan resolusi rendah dari hasil pengambilan gambar.  Dalam fase offline, potongan kasar akan ditunjukkan kepada sutradara dan produser untuk disetujui. Biasanya, pada titik ini sejumlah perubahan akan dilakukan. Setelah persetujuan terakhir oleh sutradara dan produser, akan dihasilkan materi yang disebut Picture Lock dan akan menjadi dasar utama dalam kelanjutan proses suara dan visual efek. Dalam proses offline dibuat EDL (Edit Decision List) dan akan digunakan pada proses online editing. EDL berfungsi sebagai cetak biru untuk online editor, mencakup kode waktu untuk semua pemotongan, serta pilihan efek seperti dissolve, fades atau cuts.

 

  • Audio Dubbing – ADR (Automatic Dialogue Replacement)

Proses ADR adalah proses untuk menggantikan dialog dalam film yang tidak terekam secara memadai saat shooting. Para pemain kembali dipanggil untuk mengulang dialog-dialog yang dianggap kurang baik untuk kemudian hasil suaranya disinkronkan dengan versi film yang telah diedit.

 

  • Foley

Foley merupakan pembuatan suara/audio yang lebih detail dalam film seperti : suara pergerakan orang (langkah kaki, pukulan tangan, dan lain-lain), pergerakan sebuah benda (gesekan kain, pintu terbuka) dan sebagainya.

 

  • Music Scoring & Sound Effects

Proses pembuatan musik dan/atau efek suara untuk menambahkan dramatisasi dalam sebuah cerita.

 

  • Sound Mixing

Proses pencampuran (mixing) seluruh elemen suara seperti : Dialog, Musik, Efek suara, Foley dan lain-lain . Pencampuran suara (sound mixing) adalah tahap akhir dari paska produksi audio.

 

  • VFX (Visual effects) & CGI (Computer Generated Imagery)

Pemakaian efek visual (Visual effetcs) karena adanya kesulitan teknis dan besarnya biaya yang timbul dalam pengambilan gambar langsung dari satu adegan atau visual yang ingin dibuat seperti : Gedung runtuh, pesawat jatuh dan sebagainya . Efek visual adalah manipulasi digital yang dihasilkan computer (CGI) sehingga apapun yang sulit difilmkan secara lanagsung dapat dicapai dengan menggunakan efek visual.

 

  • Color Correction & Color Grading

Koreksi warna (Color Correction) adalah langkah terakhir untuk sisi visual film. Dalam proses ini koreksi warna dan eksposur pada setiap shots dilakukan untuk memberikan tampilan seimbang dan merata di seluruh film untuk menciptakan kontinuitas dalam film, dan umumnya mengubah gambar agar terlihat lebih baik. Setelah hasil gambar dikoreksi, dilakukan proses Color Grading untuk mengubah nada visual dari seluruh film. Proses ini dapat mengubah tematik dan estetika sebuah film dan mempengaruhi bagaimana film dipersepsikan.

 

  • Online Editing

Online Editing merupakan proses akhir untuk menyesuaikan visual dengan resolusi tinggi (High Resolution) dan memadukan tampilan Grafik (Motion Graphic, title dan lain-lain). Proses ini disebut ‘online’ karena pengeditan sebagian dengan cara otomatis berdasarkan EDL (Edit Decision List) hasil dari Offline Editing.

 

  • Final Compile

Merupakan proses menempatkan hasil suara akhir bersama gambar akhir. Tahap ini merupakan adalah tahap terakhir paskaproduksi.

 

  • Film mastering & Copy

Setelah seluruh tahapan paskaproduksi sebuah film dianggap selesai (Final Edit), maka dibuat Master dalam format DCP (Digital Cinema Package) yang disimpan ke dalam sebuah Hard Drive. Master DCP dalam Hard Drive akan dipakai untuk penduplikasian materi menjadi beberapa Hard Drives (Release Dub) yang akan digunakan untuk mendistribusikan film ke bioskop.

 

  1. Produk yang Dihasilkan

 

Sampai tahun 2018, KINARYA COOP. telah berhasil memproduksi 1 Film Layar Lebar dan 1 NOVEL yang berjudul Impian 1000 Pulau yang diikuti dengan produk pendukung lainnya dari unit bisnis yang berbeda namun saling terintegrasi.  

 

Pengendalian Mutu

Untuk senantiasa dapat memproduksi film-film yang berkualitas, pengendalian mutu dalam KINARYA COOP. dilaksanakan di setiap tahap produksi. Pengendalian mutu film dimulai saat merencanakan sampai melakukan proses produksi sehingga KINARYA COOP. dapat mengatasi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi maupun yang akan terjadi. Revisi dilakukan setiap ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan perencanaan awal.

 

Usaha pengendalian mutu KINARYA COOP.  adalah sebagai berikut :

  1. Mencari sumber kreatif dari pelaku / narasumber.
  2. Mencari Referensi mendukung
  3. Tahapan awal saat proses penulisan skenario, setelah skenario draf 1 ditulis maka produser dan tim kreatif akan mempelajari dan melakukan penyelarasan atas aspek ide dan teknik dengan mengundang penulis untuk berdiskusi hingga berakhir pada draf yang disepakati (final draft)
  4. KINARYA COOP. memilih kru inti antara lain produser lini, sutradara, DP (Director of Photography), art director, editor, dan lain-lain yang memiliki reputasi dan prestasi baik dari sisi teknis perfilman maupun penerimaan karyanya di masyarakat.
  5. Memilih peralatan produksi yang sesuai dengan mutu yang diharapkan.
  6. Pada saat pengambilan gambar (shooting) berlangsung, dilakukan review baik terhadap ketepatan waktu kerja yang direncanakan maupun atas hasil yang diperoleh.
  7. Dalam proses paska produksi, teknologi dan sumber daya manusia sangat berperan dalam menghasilkan mutu film sehingga KINARYA COOP. bekerjasama dengan vendor yang memiliki reputasi dan prestasi baik.
  8. Untuk film-film berikutnya KINARYA COOP. akan melibatkan para mentor yang berpengalaman dari internasional.
  9. Pemasaran dan Distribusi

      Kegiatan pemasaran dilakukan KINARYA COOP. dengan membuat trailer-trailer film yang disebar melalui bioskop-bioskop, media sosial atau commercial advertisement. Selain itu, Perseroan juga melakukan kegiatan meet & greet dengan bintang film, serta promosi-promosi lain yang bersifat online (dapat melalui live streaming video pendek) dan offline (bisa melalui penayangan poster di seluruh jaringan bioskop dan tempat-tempat umum). Pemasaran dilakukan oleh tim dari KINARYA COOP. dan / atau agency khusus.

 

Selain dari Film, KINARYA COOP. juga memperoleh pendapatannya lewat penjualan film melalui Free To Air TV,

Home Video, dan Digital serta unit usaha terintegrasi lainnya berbasis eco-wisata.

 

Penghargaan

KINARYA COOP. telah banyak mendapatkan simpatisan dengan ikutsertanya para pihak dalam mensukseskan produksi Film Layar Lebar maupun Novel serta mendapat pengakuan dari UNESCO HK (dimana team telah hadir Launching Program #1ticket1mangrove  pada 1 Agustus 2019 dan kunjungan ke lokasi salah satu pembuatan Film berikutnya di Jawa Barat pada tanggal 2 Agustus 2019) dalam upaya menghasilkan Film yang bermutu dengan pendekatan yang tidak pernah dilakukan oleh Production House lainnya, dengan diterapkannya 15 dari 17th SDG’s yang telah dikemas dalam satu karya yang apik dan menghibur dan terbukti telah mendapatkan tanggapan positif dari para pihak yang telah menyaksikan Film Impian 1000 Pulau.

 

Persaingan

Seiring dengan pertumbuhan industri perfilman Indonesia, saat ini persaingan antara produsen film juga semakin ketat dengan terus bertumbuhnya jumlah rumah produksi serta rumah produksi yang sudah senior. Beberapa produsen film dalam negeri yang menjadi saingan langsung KINARYA COOP. adalah MC Pictures, Starvision, Screenplay Films, Rapi Films, Falcon Pictures, dan Hitmaker Studios. Dalam menghadapi persaingan ini, KINARYA COOP. senantiasa berpegang teguh pada visi dan misi yang telah ditetapkan dengan terus memproduksi film-film yang menginspirasi, menghibur dan mencerdaskan penonton.

 

Dalam menghadapi persaingan, KINARYA COOP. didukung oleh keunggulan-keunggulan kompetitif sebagaimana berikut ini :

 

  • Strategi pemasaran

KINARYA COOP. tetap akan melakukan sistem marketing yang tradisional dengan pendekatan media social yang populer untuk promosi film serta menggunakan berbagai marketing tools seperti : buzzers dan bloggers, radio, televisi, print ads, e-flyers, selebritas, dan promosi online. Selain itu tetap melakukan pendekatan dengan menggandeng pihak Akademisi, Pebisnis, Komunitas dan Pemerintah yang dapat menyalurkan dana CSR dalam melakukan NOBAR Film.

 

  • Talent Management

KINARYA COOP. mengikat mengadakan pendekatan ke Sekolah SMA SMK dalam mendidik dan mencetak artis, sutradara serta crew pembuat film dengan pendekatan MAGANG di KINARYA COOP. yang kemudian dapat menjadi tenaga kerja baru berbasiskan SOCIAL sehingga dapat menjaga keberlangsungan produksi film berikutnya.

 

  • Conveyor Belt

KINARYA COOP. menerapkan model conveyor belt dimana setiap divisi KINARYA COOP. saling bersinergi dan memiliki tugas spesifik masing-masing dengan didukung personil yang kreatif dari generasi Y dan Milenial dan memiliki keahlian di bidangnya. KINARYA COOP. juga menjadi tempat magang bagi anak usia sekolah yang memiliki talenta di bidang perfilman yang memberi mereka kesempatan untuk berkembang dan dapat berkontribusi pada KINARYA COOP. secara aktif. Kesinambungan ini memungkinkan KINARYA COOP. pastinya akan mengalami peningkatan skala dan jumlah film. Selain itu, model ini membuat KINARYA COOP. mudah untuk mereplikasi model untuk memperoleh konsistensi dan efisiensi di kota lainnya.

 

  1. Prospek Usaha

 

Industri perfilman Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terus berada dalam tren positif dimana minat menonton makin besar ditunjukkan dengan jumlah penonton film Indonesia yang terus berkembang. Pada tahun 2017, tercatat penonton bioskop Indonesia sekitar 42,7 juta dimana film Indonesia mempunyai pangsa pasar sebesar 35%. Nilai tersebut meningkat dari tahun 2016 dimana pada tahun tersebut tercatat penonton film sebanyak 37,2 juta dengan pangsa pasar untuk film Indonesia sebanyak 32% (Bisnis Indonesia, 28 Februari 2018).

 

 

BAB IX. KETENTUAN PENTING DALAM ANGGARAN DASAR KINARYA COOP.

 

Anggaran  Dasar KINARYA COOP. sebagaimana termaktub dalam Prospektus ini adalah merupakan Anggaran Dasar KINARYA COOP.  berdasarkan Akta  Notaris Tri Mulyahati, SH, MKn Nomor : 02 tanggal 24 Nopember 2016 dan SK Menteri KINARYA COOP.  dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor : 003174/BH/M.KUKM.2/I/2017 tentang pengesahan Akta Pendirian KINARYA COOP. Jasa Serba Usaha Indonesia Kreatif Berkarya tanggal 24 Januari 2017.  Adapun Ketentuan Penting dalam Anggaran Dasar :

 

LANDASAN, ASAS DAN PRINSIP

Pasal 2

 

KINARYA COOP. berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berdasarkan atas asas kekeluargaan.

 

Pasal 3

 

(1) KSU “ KINARYA COOP. “ melakukan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip KINARYA COOP.yaitu;

  1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka;
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis;
  3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing

      anggota;

  1. Pemberian balas jasa usaha masing-masing anggota;
  2. Kemandirian;
  3. Melaksanakan pendidikan perkoperasian bagi anggota;
  4. Kerjasama antar KINARYA COOP.;

 

(2) KSU “ KINARYA COOP. “  sebagai badan usaha dalam melaksanakan kegiatannya yang mengorganisir pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya  ekonomi para anggotanya atas dasar prinsip-prinsip KINARYA COOP. tersebut pada ayat (1) di atas dan kaidah-kaidah usaha ekonomi.

 

TUJUAN DAN USAHA

Pasal 4

 

Tujuan didirikan KSU “KINARYA COOP. “  adalah untuk:

(1)  Meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat daerah kerja pada umumnya;

(2) Menjadi gerakan ekonomi rakyat serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional.

 

Pasal 5

 

(1)  Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud pasal 4, maka KINARYA COOP.  menyelenggarakan kegiatan usaha yang berkaitan dengan kegiatan usaha anggota, sebagai berikut;

  1. Melaksanakan Usaha Jasa Film dan Hiburan
  2. Melaksanakan Usaha Jasa Pengolahan Sampah
  3. Melaksanakan Usaha Jasa Pariwisata
  4. Melaksanakan Usaha Jasa Agribisnis

 

(2) Dalam hal terdapat kelebihan kemampuan pelayanan kepada anggota KINARYA COOP. dapat membuka peluang usaha dengan non anggota;

 

(3) KINARYA COOP. dapat membuka cabang baru atau perwakilan ditempat lain baik di dalam maupun di luar wilayah Republik Indonesia, pembukaan cabang atau perwakilan harus mendapat persetujuan Rapat Anggota;

 

(4) Dalam melaksanakan kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat(1) sampai dengan ayat (3), KINARYA COOP. dapat membuka kerjasama dengan KINARYA COOP. dan Badan Usaha lainnya, baik di dalam maupun di luar wilayah Republik Indonesia;

 

(5) KSU “ KINARYA COOP. “ harus menyusun Rencana Kerja Jangka Panjang (business plan) dan rencana kerja jangka pendek (tahunan) serta  Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja KINARYA COOP. dan disahkan oleh Rapat Anggota.

 

KEANGGOTAAN

Pasal 6                          

 

Persyaratan untuk diterima menjadi anggota sebagai berikut :

  1. Warga Negara Indonesia ;
  2. Memiliki kemampuan penuh untuk melakukan tindakan hukum ;
  3. Bersedia membayar simpanan pokok sebesar Rp. 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah) dan simpanan wajib yang besarnya ditentukan dalam Anggaran Rumah Tangga dan ketentuan yang berlaku dalam KINARYA COOP.;
  4. Menyetujui isi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan ketentuan yang berlaku dalam KINARYA COOP.;
  5. Bertempat tinggal kedudukan dan berdomisili di dalam wilayah Indonesia.

           

Pasal 7

 

(1)        Keanggotaan KINARYA COOP. diperoleh jika seluruh persyaratan telah dipenuhi simpanan pokok telah dilunasi dan yang bersangkutan didaftar dan telah menanda-tangani Formulir Pendaftaran Anggota KINARYA COOP. ;

(2) Pengertian keanggotaan sebagaimana dimaksud ayat (1) di atas termasuk para Pendiri;

(3) Keanggotaan tidak dapat dipindah tangankan kepada siapapun dengan cara apapun;

(4) KINARYA COOP. secara terbuka dapat menerima anggota lain sebagai Anggota Luar Biasa;

(5) Anggota Luar Biasa adalah mereka yang berstatus sebagai Warga Negara Asing (WNA) atau WNI bermaksud menjadi anggota dan memiliki kepentingan kebutuhan dan kegiatan ekonomi yang diusahakan oleh KSU “ KINARYA COOP. “  namun tidak dapat memenuhi semua syarat sebagai anggota;

(6) Tata cara penerimaan anggota sebagaimana dimaksud ayat (4) diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

 

Pasal 8

 

Setiap anggota berhak :

  1. Memperoleh pelayanan dari KINARYA COOP.;
  2. Menghadiri dan berbicara dalam Rapat Anggota ;   
  3. Memiliki hak suara yang sama ;
  4. Memilih dan dipilih menjadi Pengurus ;
  5. Mengajukan pendapat, saran dan usul untuk kebaikan dan kemajuan KINARYA COOP. ;
  6. Memperoleh bagian Sisa Hasil Usaha.

 

Pasal 9

 

Setiap anggota mempunyai kewajiban : 

  1. Membayar simpanan wajib sesuai ketentuan yang ditetapkan dalam Anggaran Rumah tangga atau diputuskan Rapat Anggota ;
  2. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha KINARYA COOP. ;
  3. Mentaati ketentuan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, keputusan Rapat Anggota dan ketentuan lainnya yang berlaku dalam KINARYA COOP. ;
  4. Memelihara serta menjaga nama baik dan kebersamaan dalam KINARYA COOP..

 

Pasal 10

 

(1)        Bagi mereka yang meskipun telah melunasi pembayaran simpanan pokok tetapi secara formal belum sepenuhnya melengkapi persyaratan administrasi, belum termasuk dalam Daftar Anggota diterima dan atau belum membayar seluruh simpanan pokok termasuk simpanan wajib dan lain-lain sebagaimana diatur dalam ART berstatus sebagai calon anggota ;

 

(2) Calon anggota memiliki hak-hak :

  1. Memperoleh pelayanan dari KINARYA COOP. ;
  2. Menghadiri dan berbicara dalam Rapat Anggota ;
  3. Mengajukan pendapat, saran dan usul untuk kebaikan dan kemajuan KSU “ KINARYA COOP. “ .

 

(3)        Setiap calon anggota mempunyai kewajiban :    

  1. Membayar simpanan wajib sesuai ketentuan yang diputuskan Rapat Anggota ;
  2. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha KINARYA COOP. ;
  3. Mentaati ketentuan Anggaran dasar, Anggaran Rumah Tangga, keputusan Rapat Anggota dan ketentuan lainnya yang berlaku dalam KINARYA COOP. ;
  4. Memelihara dan menjaga nama baik dan kebersamaan dalam KINARYA COOP..

 

Pasal 11

 

(1)  Setiap anggota luar biasa  memiliki hak :

  1. Memperoleh pelayanan dari KINARYA COOP.;
  2. Menghadiri dan berbicara didalam Rapat Anggota ;
  3. Mengajukan pendapat, saran dan usul untuk kebaikan dan kemajuan KINARYA COOP. ;

 

(2)  Setiap anggota luar biasa mempunyai kewajiban :

  1. Membayar simpanan pokok menurut ketentuan didalam Anggaran dasar  membayar simpanan wajib sesuai dengan keputusan Rapat Anggota ;      
  2. Berpartisipasi didalam kegiatan usaha KINARYA COOP.;
  3. Mentaati ketentuan Anggaran dasar, Anggaran Rumah tangga, Keputusan Rapat Anggota dan ketentuan lainnya yang berlaku dalam KSU “. KINARYA COOP. “ ;
  4. Memelihara dan menjaga nama baik KSU “KINARYA COOP.” dan kebersamaan dalam KSU “ KINARYA COOP.”

 

Pasal 12

 

(1)  Keanggotaan berakhir apabila :

  1. Anggota tersebut, meninggal dunia ;
  2. KINARYA COOP.  membubarkan diri atau dibubarkan oleh Pemerintah ; 
  3. Berhenti atas permintaan sendiri, atau ;
  4. Diberhentikan oleh pengurus karena tidak memenuhi lagi persyaratan Anggaran dasar/Anggaran Rumah tangga dan ketentuan lain yang berlaku dalam KINARY COOP. ;

 

(2)        Anggota yang diberhentikan oleh Pengurus dapat meminta pertimbangan kepada Rapat Anggota;

 

(3) Simpanan pokok dan simpanan wajib anggota yang diberhentikan oleh Pengurus, dikembalikan sesuai dengan ketentuan Anggaran Rumah Tangga atau Peraturan Khusus.    

 

RAPAT ANGGOTA

Pasal 13

 

(1) Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam KINARYA COOP. ;

 

(2) Rapat Anggota KSU “ KINARYA COOP. “  dilaksanakan untuk menetapkan:

  1. Anggaran dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Perubahan AD/ART ;
  2. Kebijaksanaan umum dibidang organisasi, manajemen usaha dan permodalan KSU “KINARYA COOP.“;
  3. Pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian Pengurus dan pengawas ; 
  4. Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja KINARYA COOP., serta pengesahan laporan keuangan ;
  5. Pengesahan pertanggung jawaban Pengurus dalam pelaksanaan tugasnya dan pelaksanaan tugas pengawas tambahan ini bila KSU “KINARYA COOP.” mengangkat pengawas tetap ;
  6. Pembagian sisa hasil usaha ;
  7. Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran KINARYA COOP. ;

 

(3)        Rapat Anggota dilakukan sekurang-kurangnya sekali dalam 1(satu) tahun ;

 

(4) Rapat Anggota dapat dilakukan secara langsung atau melalui perwakilan yang pengaturannya ditentukan dalam Anggaran Rumah Tangga ;

 

(5) Rapat Anggota KSU “ KINARYA COOP. “  terdiri dari :

  1. Rapat Anggota tahunan (RAT) ;
  2. Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja  (RARK dan RAPBN);
  3. Rapat Anggota Khusus (RA khusus) ;
  4. Rapat Anggota Luar Biasa (RA LB).

 

Pasal 14

 

(1)  Rapat Anggota sah jika dihadiri lebih dari ½ (satu per dua) dari jumlah Anggota KINARYA COOP. dan disetujui oleh lebih dari ½ (satu per dua) bagian dari jumlah anggota yang hadir, kecuali apabila ditentukan lain dalam Anggaran Dasar ini ;

 

(2) Apabila quorum sebagaimana dimaksud ayat (1) di atas tidak tercapai, maka Rapat Anggota tersebut ditunda untuk waktu paling lama 7 (tujuh) hari, untuk rapat kedua dan diadakan pemanggilan kembali kedua kali ;

 

(3) Apabila pada rapat kedua sebagaimana dimaksud ayat (2) di atas quorum tetap belum tercapai, maka Rapat Anggota tersebut dapat dilangsungkan dan keputusannya sah sekurang-kurangnya 1/3 (satu per tiga) dari jumlah anggota dan keputusan disetujui oleh 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota yang hadir ;

 

(4) Pengaturan selanjutnya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

 

 

Pasal 15

 

(1) Pengambilan keputusan Rapat Anggota berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat ;

 

(2) Dalam hal tidak tercapai mufakat, maka pengambilan keputusan oleh Rapat Anggota berdasarkan suara terbanyak dari jumlah anggota yang hadir ;

 

(3) Dalam hal dilakukan pemungutan suara, setiap anggota mempunyai hak satu suara

 

(4)  Anggota yang tidak hadir tidak dapat mewakilkan suaranya kepada anggota yang lain, yang hadir pada Rapat Anggota tersebut ;

 

(5)        Pemungutan suara dapat dilakukan secara terbuka dan atau tertutup, kecuali mengenai diri orang, dilakukan secara tertutup ;

 

(6) Keputusan Rapat Anggota dicatat dalam Berita Acara rapat dan ditanda-tangani oleh Pimpinan Rapat;

 

(7) Anggota KSU “ KINARYA COOP. “  dapat juga mengambil putusan terhadap sesuatu hal tanpa mengadakan Rapat Anggota dengan ketentuan semua anggota KSU “ KINARYA COOP. “  memberikan persetujuan mengenai hal (usulan keputusan) tersebut secara tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut, tanpa ada tekanan dari Pengurus dan atau pihak pihak tertentu ;

 

(8) Pengaturan selanjutnya diatur didalam Anggaran Rumah tangga.

 

 

Pasal 16

 

Tempat, acara, tata tertib dan bahan materi Rapat Anggota harus sudah disampaikan terlebih dahulu kepada anggota sekurang-kurangnya 14 (empat belas) hari sebelum pelaksanaan Rapat Anggota.

           

Pasal 17

 

(1) Rapat Anggota diselenggarakan oleh pengurus  KSU “ KINARYA COOP.”  kecuali Anggaran Dasar menentukan lain ;

 

(2) Rapat Anggota dapat dipimpin langsung oleh pengurus KSU “ KINARYA COOP. ” dan atau oleh pimpinan sidang dan  sekretaris sidang yang dipilih dalam Rapat Anggota tersebut ;

 

(3) Pemilihan pimpinan dan sekretaris sidang dipimpin oleh Pengurus KSU “KINARYA COOP.“  dari anggota yang hadir, yang tidak menyangkut jabatan pengurus, pengawas dan pengelola atau karyawan KSU “KINARYA COOP.“

 

(4)  Setiap Rapat Anggota harus dibuat Berita Acara Rapat yang ditanda-tangani oleh Pimpinan dan Sekretaris rapat ;

 

(5)  Berita Acara Keputusan Rapat Anggota yang telah ditanda-tangani oleh Pimpinan dan Sekretaris Rapat menjadi bukti sah terhadap semua Anggota KINARYA COOP. dan pihak ketiga

 

(6) Penandatanganan sebagaimana dimaksud ayat (4) tidak diperlukan, jika Berita Acara rapat tersebut dibuat oleh Notaris.

 

Pasal 18

 

(1) Rapat Anggota Tahunan diadakan dalam waktu paling lambat 6 (enam) bulan sesudah tutup tahun buku, kecuali ada pengaturan lain dalam Anggaran Dasar ;

 

(2) Rapat Anggota Tahunan membahas dan mengesahkan ;

  1. Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus atas pelaksanaan tugasnya ;
  2. Neraca dan perhitungan laba – rugi tahun buku yang berakhir 31 Desember ;
  3. Penggunaan dan pembagian SHU ;
  4. Pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawas dalam satu tahun buku ;

 

(3)  Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja KINARYA COOP. COOP. membahas dan mengesahkan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja KSU “ KINARYA COOP. “ juga harus dilaksanakan tiap tahun buku, paling lambat 1 (satu) bulan sebelum tahun buku/anggaran yang  bersangkutan dilaksanakan, yang diajukan oleh pengurus dan pengawas ;

 

(4)        Apabila  Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja  seperti tersebut pada ayat (3) di atas belum mampu dilaksanakan oleh KSU “ KINARYA COOP. “  karena alasan yang objektif dan rasional seperti efisiensi, maka :

  1. Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Pendapatan dan Belanja dapat dilaksanakan bersamaan dengan RAT dengan acara tersendiri, dengan ketentuan RAT harus dilaksanakan paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tutup tahun buku ;
  2. Selama Rencana Kerja dan Rencana Pendapatan dan Belanja belum disyahkan oleh Rapat Anggota dalam pelaksanaan tugasnya Pengurus berpedoman pada Rencana Kerja dan RAPB tahun sebelumnya yang telah mendapat Acc ;
  3. Pengaturan selanjutnya diatur dalam ART dan atau Peraturan Khusus.

 

Pasal 19

 

Rapat Anggota Khusus diadakan untuk :

(1) Mengubah Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga KSU “KINARYA COOP.” Anggaran Rumah Tangga  KSU “KINARYA COOP.“ dengan  ketentuan :

  1. Harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya ¾ (tiga per empat) dari jumlah anggota ;
  2. Keputusannya sah apabila disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota ;

 

(2)  Membubarkan, penggabungan, peleburan dan pemecahan KSU “ KINARYA COOP. “dengan ketentuan;

  1. Harus dihadiri olehn sekurang-kurangnya ¾ (tiga per empat) dari jumlah anggota ;
  2. Keputusannya harus disetujui oleh ¾ (tiga per empat) dari jumlah anggota yang hadir ;

 

(3) Pemberhentian, pemilihan dan pengangkatan Pengurus dan Pengawas dan harus dihadiri oleh lebih ½ (satu per dua) dari jumlah anggota ;

 

(4) Ketentuan dan pengaturan lebih lanjut diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan atau ketentuan khusus.

 

Pasal 20

 

(1) Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) dapat diselenggarakan apabila dipandang sangat diperlukan adanya keputusan, yang kewenangannya ada pada Rapat Anggota dan tidak dapat menunggu dilaksanakan Rapat Anggota biasa seperti diatur pada pasal 18 di atas ;

 

(2)  Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di atas dapat diadakan apabila :

  1. Ada permintaan paling sedikit 45 % dari jumlah anggota dan atau ;
  2. Atas keputusan Rapat pengurus atau keputusan Rapat Pengurus dan Pengawas dan atau;
  3. Dalam hal keadaan sangat mendesak untuk segera memperoleh keputusan Rapat Anggota ;
  4. Negara dalam keadaan bahaya atau perang, tidak memungkinkan diadakan Rapat Anggota biasa dan Rapat Anggota khusus seperti tersebut pada pasal 19 di atas ;

 

(3) Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) sah dan keputusan mengikat seluruh anggota, apabila :

  1. Harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ (satu per dua) dari jumlah anggota dan keputusannya disetujui oleh 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota yang hadir
  2. Untuk maksud pada ayat (2,d) di atas, harus dihadiri oleh sekurang kurangnya 1/5 (satu per lima) dari jumlah anggota dan keputusannya disetujui 2/3 dua per tiga) dari jumlah anggota yang hadir;

 

(4)  Ketentuan dan pengaturan selanjutnya diatur di dalam Anggaran Rumah Tangga.

 

P E N G U R U S

Pasal 21

 

(1)  Pengurus KINARYA COOP. dipilih dari dan oleh anggota dalam Rapat Anggota ;

 

(2)  Persyaratan untuk dapat dipilih menjadi Pengurus, sebagai berikut :

  1. Mempunyai kemampuan pengetahuan tentang perKINARYA COOP.an, kejujuran, loyal, dan berdedikasi terhadap KINARYA COOP. ;
  2. Mempunyai keterampilan kerja dan wawasan usaha serta semangat ;
  3. Sudah menjadi anggota KINARYA COOP. sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun ;
  4. Belum pernah terbukti melakukan tindak pidana apapun, terlibat organisasi terlarang seperti diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) ;

 

(3)  Pengurus dipilih untuk masa jabatan 5 (Lima) tahun ;

 

(4)  Anggota Pengurus yang telah diangkat dicatat dalam Daftar Pengurus ;

 

(5)  Anggota Pengurus yang masa jabatannya telah berakhir dapat dipilih kembali untuk, masa jabatan berikutnya, apabila yang bersangkutan berprestasi bagus dalam mengelola KINARYA COOP. ;

 

(6)  Sebelum melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai pengurus, harus terlebih dahulu mengucap sumpah atau janji didepan Rapat Anggota ;

 

(7) Tata cara pemilihan pengangkatan, pemberhentian dan sumpah Pengurus diatur dan ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga.

 

Pasal 22

 

(1)  Jumlah pengurus sedikitnya 3 (tiga) orang dan paling banyak 7 (Tujuh) orang ;

 

(2)  Pengurus terdiri dari :

  1. Seorang ketua  dan wakil ketua;
  2. Seorang Sekretaris dan wakil sekretaris ;
  3. Seorang bendahara;

 

(3) Susunan pengurus KINARYA COOP. diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga sesuai dengan kebutuhan organisasi dan usaha KINARYA COOP.;

 

(4) Pengurus dapat mengangkat Direksi atau Manajer yang diberi wewenang dan            kuasa untuk mengelola usaha KINARYA COOP. ;

 

(5) Apabila KINARYA COOP. belum mampu mengangkat Direksi/Manajer, maka salah satu dari pengurus dapat bertindak sebagai Direksi/Manajer KINARYA COOP. dan pengurus yang bersangkutan harus melepaskan sementara jabatannya sebagai pengurus ;

 

(6)  Pengaturan lebih lanjut tentang susunan, tugas pokok wewenang dan tanggung jawab dan tata cara pengangkatan pengurus dan pengawas diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.

 

Pasal 23

 

Tugas dan kewajiban Pengurus adalah :

(1)     Menyelenggarakan dan mengendalikan usaha KSU “KINARYA COOP. “

(2)     Melakukan seluruh perbuatan hukum atas nama  KSU “  KINARYA COOP.“ ;

(3)     Mewakili KSU “KINARYA COOP. “ di dalam dan di luar pengadilan ;

(4)     Mengajukan Rencana Kerja, Anggaran Pendapatan dan Belanja KSU “ KINARYA COOP. “;

(5)  Menyelenggarakan Rapat Anggota serta mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugas kepengurusannya ;

(6)     Memutuskan penerimaan anggota baru, penolakan anggota  serta pemberhentian anggota ;

(7)     Membantu pelaksanaan tugas pengawasan dengan memberikan keterangan dan memperlihatkan bukti-bukti yang diperlukan ;

(8)     Memberikan penjelasan dan keterangan kepada anggota mengenai jalannya           organisasi dan usaha KSU “ KINARYA COOP. “ ;

(9)     Memelihara kerukunan diantara anggota dan mencegah segala hal yang menyebabkan perselisihan ;

(10)    Menanggung kerugian KSU “ KINARYA COOP.”  sebagai akibat karena kelalaiannya dengan ketentuan

  1. Jika kerugian yang timbul sebagai akibat kelalaian seorang atau beberapa anggota Pengurus, maka kerugian ditanggung oleh anggota pengurus yang bersangkutan ;
  2. Jika kerugian yang timbul sebagai akibat kebijaksanaan yang telah diputuskan dalam Rapat Pengurus, maka semua anggota pengurus tanpa kecuali menanggung kerugian yang diderita KINARYA COOP. ;

(11)    Menyusun ketentuan mengenai tugas, wewenang  dan tanggung jawab anggota pengurus serta ketentuan mengenai pelayanan terhadap anggota ;

(12)    Meminta jasa audit kepada KINARYA COOP. Jasa Audit dan atau Akuntan Publik yang biayanya ditanggung oleh KINARYA COOP. dan biaya audit tersebut dimasukan dalam anggaran biaya KINARYA COOP. ;

(13)    Pengurus atau salah seorang yang ditunjuknya, berdasarkan ketentuan yang berlaku dapat melakukan tindakan hukum yang bersifat pengurusan dan memiliki dalam batas-batas tertentu berdasarkan persetujuan tertulis dari keputusan rapat pengurus dan pengawas KINARYA COOP. dalam hal-hal sebagai berikut : 

  1. Meminjam atau meminjamkan uang atas nama KSU “KINARYA COOP.“ dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dalam Anggaran RumahTangga dan peraturan khusus KSU “ KINARYA COOP. ”
  2. Membeli, menjual atau dengan cara lain memperoleh atau melepaskan hak atas barang bergerak milik KINARYA COOP. dengan jumlah tertentu, yang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan khusus KINARYA COOP.

 

Pasal 24

 

Pengurus mempunyai hak :

  1. Menerima imbalan jasa sesuai keputusan Rapat Anggota ;
  2. Mengangkat dan memberhentikan Direksi/Manajer dan Karyawan KINARYA COOP. ;
  3. Membuka cabang/perwakilan usaha baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan keputusan Rapat Anggota ;
  4. Melakukan upaya-upaya dalam rangka mengembangkan usaha KINARYA COOP. ;
  5. Meminta laporan dari Direksi/Manajer secara berkala dan sewaktu-waktu diperlukan.

           

Pasal 25

 

(1) Pengurus dapat diberhentikan oleh Rapat Anggota sebelum masa jabatannya berakhir apabila terbukti ;

  1. Melakukan kecurangan atau penyelewengan yang merugikan usaha dan keuangan dan nama baik KSU “KINARYA COOP. “ ;
  2. Tidak mentaati ketentuan Undang-Undang Perkoperasian beserta peraturan dan ketentuan pelaksanaannya, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Keputusan Rapat Anggota;
  3. Sikap maupun tindakannya menimbulkan akibat yang merugikan bagi KSU “KINARYA COOP. “, khususnya dan gerakan KINARYA COOP. pada umumnya ;
  4. Melakukan dan terlibat dalam tindak pidana lain terutama dibidang ekonomi dan keuangan dan tindak pidana lain yang telah diputus oleh pengadilan ;

 

(2)  Dalam hal salah satu seorang anggota pengurus berhenti sebelum masa jabatan berakhir Rapat Pengurus dengan dihadiri wakil Pengawas dapat mengangkat penggantinya dengan cara :

  1. Menunjuk salah seorang pengurus untuk merangkap jabatan tersebut ;
  2. Mengangkat dari kalangan anggota untuk menduduki jabatan pengurus tersebut;

 

(3) Pengangkatan pengganti pengurus yang berhenti sebagaimana dimaksud ayat (2) harus dipertanggung jawabkan oleh pengurus dan disahkan dalam rapat anggota berikutnya.

 

PENGAWAS

Pasal 26

 

(1)  Pengawas dipilih dari dan oleh anggota dalam Rapat Anggota ;

(2) Yang dapat dipilih menjadi pengawas adalah anggota yang memenuhi syarat sebagai berikut :

  1. Mempunyai pengetahuan tentang perkoperasian, pengawasan dan akuntansi, jujur dan berdedikasi terhadap KINARYA COOP.;
  2. Memiliki kemampuan keterampilan kerja dan wawasan dibidang pengawasan ;

(3) Pengawas dipilih untuk masa jabatan 5 (Lima) tahun ;

(4) Pengawas terdiri atas sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dan sebanyak-banyaknya5 (lima) orang;

(5) Sebelum melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai pengawas, harus terlebih dahulu mengucap sumpah atau janji didepan Rapat Anggota;

(6)  Tata cara pemilihan, pengangkatan, pemberhentian pengawas dan sumpah pengawas ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga.

 

Pasal 27

 

(1) Dalam hal KSU “KINARYA COOP. “ telah mampu mengangkat  Direksi/Manajer yang sudah professional, maka pengawas dapat  diadakan secara tetap atau diadakan  sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan ditentukan dengan keputusan Rapat  Anggota ;

 

(2) Dalam hal KSU “. KINARYA COOP. “  (tidak mengangkat pengawas tetap), maka ditentukan :

  1. Pengangkatan Direksi/Manajer tersebut harus langsung ditetapkan Rapat Anggota ;
  2. Fungsi dan tugas Pengawas merupakan, menjadi tugas dan tanggung jawab Pengurus dan pengurus tidak ikut campur tangan kedalam pengelolaan kegiatan usaha, keuangan yang dijalankan oleh KSU “ KINARYA COOP. “ (otonom) ;

 

(3)  Audit keuangan harus dilakukan oleh Akuntan Publik dan non Keuangan oleh tenaga ahli dibidang tersebut atas permintaan pengurus ;

 

(4)  Pengaturannya selanjutnya diatur didalam Anggaran Rumah Tangga.

 

Pasal 28

 

Hak dan kewajiban Pengawas adalah :

  1. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan KINARYA COOP.;
  2. Meneliti catatan dan pembukuan yang ada pada KINARYA COOP.;
  3. Mendapat segala keterangan yang diperlukan ;
  4. Memberikan koreksi, saran, teguran dan peringatan kepada pengurus ;
  5. Merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga ;
  6. Membuat laporan tertulis tentang hasil pelaksanaan tugas pengawasan kepada Rapat Anggota.

 

Pasal 29

 

Pengawas berhak menerima imbalan jasa sesuai keputusan Rapat Anggota.

 

Pasal 30

 

(1) Pengawas dapat meminta jasa audit kepada Akuntan Publik yang biayanya ditanggung oleh KINARYA COOP. ;

(2)  Biaya audit tersebut dimasukan dalam anggaran biaya KINARYA COOP.

 

Pasal 31

 

(1)        Pengawas dapat diberhentikan oleh Rapat Anggota sebelum masa jabatan berakhir apabila terbukti ;

  1. Melakukan tindakan, perbuatan yang merugikan keuangan dan nama baik KSU “ KINARYA COOP. “
  2. Tidak mentaati ketentuan UU Perkoperasian beserta peraturan, ketentuan pelaksanaannya, AD, ART dengan keputusan Rapat Anggota ;

 

(2) Dalam hal salah seorang anggota Pengawas berhenti sebelum masa jabatan berakhir, rapat pengawas dengan dihadiri wakil pengurus dapat mengangkat pengganti dengan cara :

  1. Jabatan dan tugas tersebut dirangkap oleh anggota pengawas yang lain ;
  2. Mengangkat dari kalangan anggota untuk menduduki jabatan pengawas tersebut
  3. Sikap maupun tindakannya menimbulkan pertentangan di dalam KSU “ KINARYA COOP. “ yang akibatnya  merugikan KSU “KINARYA COOP.” khususnya dan Gerakan KINARYA COOP. umumnya;
  4. Melakukan dan terlibat dalam tindak pidana yang telah diputus oleh pengadilan;

 

(3) Pengangkatan pengganti pengawas sebagaimana tersebut pada ayat (2) di atas,dilaporkan oleh pengawas pada Rapat Anggota yang terdekat setelah penggantian yang bersangkutan untuk diminta pengesahan dan atau memilih, mengangkat pengawas yang lain.

 

PENGELOLAAN USAHA

Pasal 32

 

(1) Pengelolaan usaha KINARYA COOP. dapat dilakukan oleh Direksi/Manajer dengan dibantu beberapa orang karyawan yang diangkat oleh pengurus melalui perjanjian atau kontrak kerja yang dibuat secara tertulis ;

(2)  Pengurus dapat secara langsung melakukan pengelolaan kegiatan usaha KINARYA COOP. atau mendirikan Strategic Business Unit yang dikelola secara otonom dan profesional ;

(3)  Pengangkatan seperti tersebut pada ayat (1) dan (2) di atas setelah mendapat persetujuan Rapat Anggota ;

(4)  Persyaratan untuk diangkat menjadi Direksi/Manajer adalah :

  1. Mempunyai keahlian dibidang usaha atau pernah mengikuti pelatihan dibidang

      usaha KINARYA COOP. atau magang dalam usaha KINARYA COOP. ; mempunyai pengetahuan dan wawasan dibidang usaha ;

  1. Tidak pernah melakukan tindakan tercela dibidang keuangan dan atau dihukum

      karena terbukti melakukan tindak pidana dibidang keuangan ;

  1. Memiliki akhlak dan moral yang baik ;
  2. Belum pernah terbukti melakukan tindak pidana apapun ;

(5)        Dalam melaksanakan tugasnya Direksi/Manajer bertanggung jawab kepada pengurus.    

 

Pasal 33

 

Tugas dan kewajiban Direksi/Manajer adalah :

  1. Melaksanakan kebijaksanaan pengurus dalam pengelolaan usaha KINARYA COOP.;
  2. Mengendalikan dan mengkoordinir semua kegiatan usaha KINARYA COOP. yang dilaksanakan oleh para karyawan ;
  3. Melakukan pembagian tugas secara jelas dan tegas mengenai bidang dan pelaksanaannya ;
  4. Mentaati segala ketentuan yang telah diatur dalam Anggaran dasar, Anggaran Rumah Tangga, keputusan Rapat Anggota, kontrak kerja, dan ketentuan lainnya yang berlaku pada KINARYA COOP. yang berkaitan dengan pekerjaannya ;
  5. Menanggung kerugian usaha KINARYA COOP. sebagai akibat dari kelalaian dan atau tindakan yang disengaja atas pelaksanaan tugas yang dilimpahkan.

 

Pasal 34

 

Hak dan kewajiban Direksi/Manajer :      

  1. Menerima penghasilan sesuai dengan perjanjian kerja yang telah disepakati dan ditanda-tangani bersama oleh pengurus dan Direksi/Manajer ;
  2. Mengembangkan usaha dan kemampuan diri untuk melaksanakan tugas yang dibebankan ;
  3. Membela diri atas segala tuntutan yang ditujukan kepada dirinya ;
  4. Bertindak untuk dan atas nama Pengurus dalam rangka menjalankan usaha.

 

Pasal 35

 

(1)  Menetapkan pedoman pelaksanaan, pengelolaan usaha atau Standar Operasional Prosedur yang disahkan oleh Rapat Anggota ;

(2)  Ketentuan lebih lanjut mengenai susunan tugas, kewajiban, hak dan wewenang Direksi/Manajer dan karyawan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah tangga, ketentuan khusus dan kontrak kerja.

 

P E N A S E H A T

Pasal 36

 

(1) Apabila diperlukan, pengurus dapat mengangkat Penasehat atas persetujuan Rapat Anggota ;

(2) Penasehat  memberi saran/anjuran kepada pengurus untuk kemajuan organisasi dan usaha KINARYA COOP., baik diminta maupun tidak diminta ;

(3) Penasehat berhak menerima penghasilan/imbalan jasa sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.

 

PEMBUKUAN KINARYA COOP.

Pasal 37

 

(1)  Tahun Buku KINARYA COOP. adalah tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember, dan pada akhir bulan Desember tiap-tiap tahun pembukuan KINARYA COOP. ditutup ;

 

(2) KSU “ KINARYA COOP. “  wajib menyelenggarakan pencatatan dan pembukuan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia dan Standar Akuntansi KINARYA COOP. khususnya serta Standar Akuntansi Indonesia pada umumnya ;

 

(3) Dalam waktu paling lambat 3 (tiga) bulan setelah pembukuan KINARYA COOP. ditutup, maka pengurus wajib menyusun dan menyampaikan laporan tahunan yang telah diaudit oleh pengawas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ditanda-tangani oleh semua anggota pengurus untuk disampaikan kepada Rapat Anggota yang disertai hasil audit pengawas;

 

(4) Apabila diperlukan, laporan tahunan pengawas dapat diaudit oleh akuntan publik atas permintaan Rapat Anggota, atau KSU “ KINARYA COOP. “ tidak mengangkat pengawas tetap, maka laporan tahunan pengurus harus diaudit oleh Akuntan Publik sebelum diajukan ke Rapat Anggota dan hasil audit tersebut menjadi perbandingan  Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus (LPJP) ;

 

(5) Ketentuan, pengaturan lebih lanjut mengenai isi, bentuk, susunan LPJP danpelaksanaan audit diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan khusus.

 

MODAL KINARYA COOP.

Pasal 38

 

1)   Modal KSU “ KINARYA COOP. “ terdiri dari :

  1. Modal sendiri/Ekuitas ;
  2. Modal luar/pinjaman ;

 

(2) Modal dasar yang ada pada saat pendirian KINARYA COOP. Sebesar Rp50,000.,- (Lima Puluh Ribu Rupiah) yang berasal dari Simpanan Pokok, simpanan wajib dan hibah dari para anggota;

 

(3) Modal sendiri berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, dan bantuan berbentuk sumbangan, hibah dan lain-lain yang tidak mengikat ;

 

(4)  Untuk memperbesar usahanya, KINARYA COOP. dapat memperoleh modal pinjaman yang tidak merugikan KINARYA COOP. berupa pinjaman dari :

  1. Anggota ;
  2. KINARYA COOP. lainnya dan atau anggotanya ;
  3. Bank dan lembaga keuangan lainnya ;
  4. Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya ;
  5. Sumber lain yang sah dalam dan luar negeri ;

 

(5) KINARYA COOP. dapat melakukan pemupukan modal yang berasal dari modal penyertaan.

 

Pasal 39

 

(1)  Setiap anggota harus membayar simpanan pokok secara tunai pada saat masuk menjadi anggota ;

(2) Setiap anggota diwajibkan untuk membayar simpanan wajib modal penyertaan yang diperhitungkan sebagai modal dasar yang besarnya ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga atau keputusan Rapat Anggota ;

(3)  Simpanan pokok, simpanan wajib dan modal penyertaan yang disetor kedalam modal dasar KSU “ KINARYA COOP. “ tidak dapat diambil selama seseorang masih menjadi anggota.        

 

Pasal 40

 

(1) Untuk meningkatkan pendapatan KSU “KINARYA COOP.“ dapat menginvestasikan modal pada KINARYA COOP. lain, perusahaan lain dalam bentuk saham, obligasi, penyertaan dan harus mendapat persetujuan Rapat Anggota ;

(2) Ketentuan dan pengaturan selanjutnya ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga peraturan tersendiri.

 

SISA HASIL USAHA

Pasal 41

 

(1)  Sisa hasil usaha merupakan pendapatan KINARYA COOP. yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya yang dapat dipertanggung jawabkan, penyusutan,dan kewajiban lainnya termasuk Pajak dan Zakat yang harus dibayarkan dalam tahun buku yang bersangkutan ;

 

(2)  Sisa Hasil Usaha yang diperoleh dibagikan untuk :

  1. Cadangan ;
  2. Anggota sesuai transaksi dan simpanannya ;
  3. Pendidikan ;
  4. Insentif untuk pengurus ;
  5. Insentif untuk Direksi/Manajer dan karyawan ;

 

(3) Pembagian Sisa Hasil usaha dan pendapatan KINARYA COOP. terdiri atas 3(tiga) bagian :

  1. Pendapatan yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk anggota KINARYA COOP.,dan ;
  2. Pendapatan yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk bukan anggota ;
  3. Pendapatan yang diperoleh dari non operasioanl ;

 

(4) Bagian dari Sisa hasil usaha KINARYA COOP. yang diperoleh dari anggota dipergunakan sebagai berikut;

  1. Untuk cadangan ;
  2. Untuk anggota menurut perbandingan jasanya, dalam usaha KINARYA COOP. untuk memperoleh pendapatan perusahaan
  3. Untuk anggota menurut perbandingan simpanannya dengan ketentuan tidak melebihi suku bunga yang berlaku pada Bank-Bank Pemerintah ;
  4. Untuk dana pengurus dan Pengawas ;
  5. Untuk Kesejahteraan Pengelola usaha dan karyawan KINARYA COOP. ;
  6. Untuk dana pendidikan KINARYA COOP. ;        
  7. Untuk dana sosial ;

 

(5)  Sisa hasil usaha yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk pihak bukan anggota dibagi sebagai berikut :

  1. Untuk cadangan ;
  2. Untuk anggota ;
  3. Untuk dana pengurus dan pengawas ;
  4. Untuk dana pengelola dan karyawan ;
  5. Untuk dana pendidikan KINARYA COOP.;
  6. Untuk dana sosial ;

 

(6) Bagian dari pendapatan KINARYA COOP. yang diperoleh dari pendapatan non operasional dipergunakan sebagai berikut :

  1. Untuk cadangan ;         
  2. Untuk anggota menurut perbandingan simpanannya ;
  3. Untuk dana pendidikan KINARYA COOP.;
  4. Untuk dana sosial ;       

 

(7) Penggunaan dana-dana Pendidikan dan dana sosial diatur dalam Anggaran Rumah tangga dan atau diputuskan dalam rapat Anggota Tahunan ;

 

(8) Pembagian dan prosentase sebagaimana dimaksud ayat (4), (5), (6) ditentukan dalam Anggaran Rumah Tangga dan diputuskan oleh Rapat Anggota.

 

Pasal 42

 

Bagian Sisa hasil usaha untuk anggota dapat diberikan secara langsung atau dimasukan dalam simpanan atau tabungan anggota yang bersangkutan sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.

 

Pasal 43

 

(1) Cadangan dipergunakan untuk pemupukan modal dan menutup kerugian KINARYA COOP. sesuai dengan keputusan Rapat Anggota ;

 

(2)  Bagian dari cadangan KINARYA COOP. dapat dibagikan kepada anggota dalam bentuk simpanan khusus, apabila jumlah cadangan telah mencapai lebih dari ½ (satu per dua) bagian dari jumlah seluruh simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan khusus anggota ;

 

(3)  Rapat  Anggota dapat memutuskan untuk mempergunakan paling tinggi ½(satu per dua) bagian atau 50% dari jumlah seluruh cadangan untuk perluasan perusahaan KINARYA COOP. ;

 

(4)  Sekurang-kurangnya ½ (satu per dua) bagian atau 50 % dari uang cadangan harus  disimpan dalam bentuk giro pada bank yang ditunjuk oleh pengurus ;

 

(5) Anggota KINARYA COOP. yang berhenti dari keanggotaan KINARYA COOP. secara sah dapat memperoleh bagian atas cadangan KINARYA COOP. berdasarkan prosentase jumlah simpanan pokok dan simpanan wajib yang dimilikinya pada KINARYA COOP., yang ketentuannya diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah tangga.

 

PEMBUBARAN

Pasal 44

 

(1) Pembubaran KINARYA COOP. dapat dilaksanakan berdasarkan :

  1. Keputusan rapat Anggota ;
  2. Keputusan pemerintah ;

 

(2) Pembubaran oleh Rapat anggota didasarkan pada :

  1. Jangka waktu berdirinya KINARYA COOP. telah berakhir ;
  2. Atas permintaan sekurang-kurangnya ¾ dari jumlah anggota ;
  3. KINARYA COOP. tidak lagi melakukan kegiatan usaha.

 

Pasal 45

 

(1) Dalam hal KINARYA COOP. hendak dibubarkan maka rapat anggota membentuk tim penyelesai yang terdiri dari unsur anggota, pengurus dan pihak lain yang dianggap perlu (Pembina) dan diberi kuasa untuk menyelesaikan pembubaran dimaksud ;

 

(2) Penyelesai mempunyai hak dan kewajiban ; 

  1. Melakukan perbuatan hukum untuk dan atas nama KINARYA COOP. ;
  2. Mengumpulkan keterangan yang diperlukan ;
  3. Memanggil Pengurus, anggota dan bekas anggota tertentu yang diperlukan, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama ;
  4. Memperoleh, menggunakan dan memeriksa segala catatan dan arsip KINARYA COOP. ;
  5. Menggunakan sisa kekayaan KINARYA COOP. untuk menyelesaikan kewajiban KINARYA COOP. baik kepada anggota maupun pihak ketiga ;
  6. Membuat berita acara penyelesaian dan menyampaikan kepada Rapat Anggota ;

 

(3) Pengurus KINARYA COOP. menyampaikan keputusan pembubaran KINARYA COOP. oleh Rapat Anggota tersebut kepada pejabat KINARYACOOP. sesuai dengan ketentuan yang berlaku ;

 

(4)  Pembayaran biaya penyelesaian didahulukan dari pada pembayaran kewajiban lainnya.

 

Pasal 46

 

(1) Seluruh anggota wajib menanggung kerugian yang timbul pada saat pembubaran KINARYA COOP. ;

(2)  Tanggungan anggota terbatas pada simpanan pokok, simpanan wajib yang sudah dibayarkan ;

(3) Anggota yang telah keluar sebelum KINARYA COOP. dibubarkan wajib menanggung kerugian, apabila kerugian tersebut terjadi selama anggota yang bersangkutan masih menjadi anggota KINARYA COOP. dan apabila keluarnya sebagai anggota belum melewati jangka waktu 6 (enam) bulan.

 

BAB X. PENYEBARAN PERSPEKTUS

Penyebaran Prespektus ini akan dilakukan melalui Portal www.gerakan1000.com ataupun dikirimkan melalui penyebaran email.

Choose Language »