Gerakan 1000
PENERAPAN NILAI-NILAI

PENERAPAN NILAI-NILAI

CARA KERJA  SINERGI IMPLEMENTASI NILAI-NILAI dalam PROSES SHOOTING FILM LAYAR LEBAR IMPIAN 1000 PULAU 

 

NILAI-NILAI :

  1. PANCASILA sebagai Ideologi Negara Republik Kesatuan Indonesia
  2. Film sebagai Media Pendidikan
  3. Gerakan Nasional Revolusi Mental :Indonesia Melayani, Indonesia Bersih, Indonesia Tertib, Indonesia Mandiri & Indonesia Bersatu) – Integritas, Etos Kerja, Gotong Royong
  4. Gerakan Pengembangan Ekonomi Lokal dengan Penguatan Kelompok UMKM berbasis KOPERASI
  5. Gerakan Nasional Non Tunai

 

TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN :

  1. Tanpa Kemiskinan
  2. Tanpa Kelaparan
  3. Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  4. Pendidikan Berkualitas
  5. Kesetaraan Gender
  6. Air Bersih & Sanitasi Layak
  7. Energi Bersih dan terjangkau
  8. Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  9. Industri, inovasi & infrastruktur
  10. Berkurangnya kesenjangan
  11. kota & komunitas berkelanjutan
  12. Konsumsi & Produksi yang bertanggungjawab
  13. Penanganan Perubahan Iklim
  14. Ekosistem Laut
  15. Ekosisten Daratan
  16. Perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh
  17. Kemitraan untuk mencapai tujuan

(Supported by DR. Shirley MC Yeung – Associate Vice President, UNESCO HK as Global advisor & DR. Amelia Naim Indrajaya, MBA – Faculty and Head of Center for Sustainability Mindset and Social Responsibility, IPMI Business School)

 

PEMETAAN TALENTA & PEMBINAAN KARAKTER, melalui :

  • Pendataan personal
  • Seleksi Minat tahap I
  • Pendidikan Online
  • Seleksi Minat tahap II
  • Pendidikan Offline
  • Pra Produksi 
  • Produksi
  • Post Produksi

 

PEMBEKALAN PARALEL

UMKM dibina menuju EKO-WISATA dalam membantu percepatan pengembangan Kepulauan Seribu sebagai  Kawasan Strategis Pariwisata Nasional  (sebagai peruntukan alokasi keuntungan dari FILM IMPIAN 1000 PULAU) :

  1. Kelompok Nelayan KERAMBA – Solusi dilarangnya Nelayan Muroami & Kompresor : Total 8 Kelompok Binaan
  2. Kelompok Eko Resto
  3. Kelompok Kuliner Olahan Ikan – Oleh-oleh Khas Kepulauan Seribu : Total 6 Branding Binaan (Pulau Sabira, Kelapa Dua, Pramuka, Tidung, Pulau Lancang)
  4. Kelompok Pemandu Eco Wisata (Pulau Kelapa, Harapan & Pramuka)
  5. Kelompok Konservasi : Mangrove & Transplantasi Karang (Pulau Kelapa, Kelapa Dua, Harapan & Pramuka)
  6. Kelompok Homestay – peningkatan qualitas (Promosi secara Online): Pulau Pramuka & Pulau Harapan
  7. Kelompok Kriya – Pemanfaatan Daur Ulang Sampah Plastik (Pulau Pramuka)

Kelompok  Anak Muda Usia Sekolah : Promosi melalui Film & Video  (Pulau Pramuka & Kelapa Dua)

 

CONTOH KERJA SAAT SET LOKASI PEMBUATAN FILM :

  1. WARUNG ZAENAB; Outlet Kuliner Kemasan Oleh-Oleh Khas Kepulauan Seribu
  2. RUMAH KREATIF; Eco Resto dengan konsep Rumah Apung
  3. Pembentukan Unit Bisnis Kuliner Kemasan yang dikelola oleh Kelompok Ibu-Ibu Kepulauan Seribu

Nilai-nilai yang diangkat pada scene WARUNG ZAENAB & RUMAH KREATIF ini antara lain:

  • AYO ke TAMAN NASIONAL – Taman Nasional Kepulauan Seribu, KLHK
  • GERAKAN NASIONAL REVOLUSI MENTAL (INDONESIA BERSIH) – Kemenko PMK
  • GERAKAN NASIONAL NON TUNAI – Bank Indonesia KPW DKI Jakarta
  • PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL – Bank Indonesia KPW DKI Jakarta
  • SOSIALISASI KOPERASI – Kemenko Perekonomian & Kementerian Koperasi dan UKM
  • CINTA FILM & PRODUK INDONESIA – KEMENDIKBUD & BEKRAF

Asri Welas berperan sebagai Mak Zaenab, pemilik warung kopi sekaligus kuliner kemasan (stik cumi – “CUZMI”, abon ikan – “BONI”, krupuk ikan – “GIMAKU”, sambal teri – “BAGANTERI”, kripik sukun – “SURI”, dan ikan selar asin – “SERUMBA”) yang merupakan produksi UMKM kelompok masyarakat binaan Taman Nasional Kepulauan Seribu dan Bank Indonesia KPW DKI Jakarta.  Warung ini menjadi tempat nongkrong dan ngopi Galang (pemeran utama), yang diperankan oleh Karel Susanteo dan teman-temannya, Nabila – Yoriko Angeline, Rahman – Chicco Kurniawan, Adjie – Rahmed Ababil, Gita – Arafah dan Raffi – Bintang Emon.

6 Produk Kuliner yang diharapkan dapat menjadi oleh-oleh dengan kwalitas yang baik dan juga sistem pengemasan yang menarik dan modern ini, merupakan tindakan berkesinambungan dari pelatihan pembuatan beberapa produk kuliner yang awalnya dilakukan oleh Taman Nasional Kepulauan Seribu dengan menggunakan kemasan sederhana dari plastik.  Di awal mulainya GERAKAN1000, bersama dengan Bank Indonesia KPW DKI Jakarta, melakukan survey dan pemetaan potensi produk kuliner di 11 pulau berpenduduk, dan memilih serta mendampingi kelompok masyarakat untuk 6 produk kuliner kemasan dari beberapa pulau (Sabira, Kelapa Dua, Pramuka, Panggang, Lancang, Tidung) untuk menjadi produk yang berkualitas dan dengan kemasan premium yang menarik dan terbuat dari bahan non plastik (terkait Indonesia Bersih).  Dengan adanya binaan pembentukan unit bisnis kemasan yang dikelola oleh Koperasi, diharapkan dapat menjaga standar kwalitas makanan yang dibuat tanpa bahan bahan additive seperti pewarna, pengawet, perasa dan pemanis buatan (non 4P), diharapkan dapat meningkatkan produksi dari kelompok masyarakat UMKM kuliner kemasan yang memiliki daya saing tinggi.

 

Warung Zaenab yang berdekatan dengan Set Rumah Kreatif, yang dibuat dengan konsep Rumah Apung, selanjutnya diharapkan dapat menjadi lokasi (Sarana Pariwisata) Eco Resto yang juga menawarkan Kopi Nusantara asli dari berbagai daerah di Indonesia serta 14 menu masakan siap saji khas pulau kelapa dua yang alami.  Dua icon baru yang muncul dalam Film Impian 1000 Pulau ini, merupakan cara kreatif GERAKAN1000 untuk mensinergikan giat dari Taman Nasional Kepulauan Seribu dengan Bank Indonesia KPW DKI Jakarta, diharapkan berdampak pada meningkatkan jumlah pengunjung / Wisatawan (Nusantara & Asing) untuk datang ke Taman Nasional Kepulauan Seribu, serta manajemen pengelolaan dilakukan oleh Kelompok Masyarakat melalui Badan Hukum Koperasi.  Fasilitas lainnya untuk mendukung peningkatan kwalitas Pariwisata ini, GERAKAN1000 yang menggandeng BUMN – Indonesia RE untuk merenovasi Tracking Mangrove dan Toilet di area Taman Nasional Pulau Kelapa Dua.

Kami juga membuat unit unit sistem pengemasan di Pulau Pramuka untuk mengelola kualitas dan ketertiban tidak hanya di sekitar Pulau Kepulauan Seribu tetapi juga untuk Pesanan Premium ke outlet lain di luar Pulau Kepulauan Seribu, dibawah pengawasan dan binaan langsung dari Bank Indonesia & Taman Nasional Kepulauan Seribu. Karine Ulfa sebagai Ibu Nabila adalah karakter utama yang juga mencerminkan karakter wanita dari Pulau Pramuka yang mengikuti perkembangan teknologi khususnya di bidang penjualan online dan penggunaan alat pembayaran non-tunai (kerjasama dengan BCA)

 

SCENE PERAIRAN – PATROLI POLHUT BALAI TN KEPULAUAN SERIBU

Partoli BTNKpS dengan kapal patroli KM Dephut, mendapati nelayan (Ayah Galang diperankan oleh Rifnu Wikana) yang menangkap ikan dengan jaring muroami yang dapat merusak karang dan alat bantu pernafasan kompresor hookah / biasa dipakai untuk tambal ban yang sangat berbahaya bagi penggunanya (dapat mengakibatkan keram-keram, lumpuh bahkan meninggal dunia).

Dalam pengoperasiannya jaring muroami mencari lokasi di atas terumbu karang yang masih bagus dengan target ikan karang yaitu ekor kuning. Jaring dibentangkan oleh beberapa nelayan dengan cara menyelam dan berjalan kaki di atas karang, mata jaring yang kecil mengakibatkan ikan-ikan kecil non target juga terjaring. Alat tangkap ini telah dilarang pengoperasiannya di seluruh perairan di Indonesai berdasarkan Permen KP no 11 tahun 2011.

Alat bantu kompresor juga masih digunakan oleh sebagian kelompok nelayan Kepulauan Seribu bersamaan dengan alat tangkap jaring muroami dan bubu. Nelayan belum menyadari sepenuhnya tentang bahaya dari penggunaan compressor hookah ini sebagai alat bantu pernafasan di dalam perairan. Mereka sering menyebut ada ganggguan hantu laut di dalam perairan saat menyelam dalam dan lama, padahal pemahamann tersebut adalah keliru, mereka sebenarnya mengalami keracunan nitrogen yang mengakibatkan seseorang terkena halusinasi karena menumpuknya gas nitrogen dalam persendian, peredaran darah bahkan sampai ke otak. Begitu pemahaman mereka ada melihat hantu laut, mereka bisa terkejut, takut dan dengan cepat naik ke permukaan / karena panik. Maka dengan naik terlalu cepat dari kedalaman dapat mengakibatkan pendarahan dari telinga, hidung dan mulut. Sudah banyak nelayan menjadi korban penggunaan kompresor hookah ini, baik yang mengalami pincang, lumpuh hingga meninggal dunia. Oleh karena sangat membahayakan nelayan maka penggunaan kompresor hookah telah dilarang beroperasi di seluruh perairan Indonesia sesuai UU Perikanan no 41 tahun 2009.

Nilai-nilai yang diangkat pada scene PERAIRAN ini antara lain:

  • SOSIALISASI BAHAYA NELAYAN MUROAMI & KOMPRESSOR
  • AYO KE TAMAN NASIONAL – Peduli Karang “Serve to Conserve”
  • PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL – Nelayan Keramba & Fasilitas Eco-Resto (sebagai alternative pekerjaan bagi Nelayan Muroami / Kompresor)

 

SCENE PEMBINAAN NELAYAN MUROAMI & KOMPRESSOR DI KANTOR BALAI TN KEPULAUAN SERIBU

Nilai-nilai yang diaangkat pada scene PERAIRAN ini antara lain:

  • SOSIALISASI BAHAYA NELAYAN MUROAMI & KOMPRESSOR
  • AYO KE TAMAN NASIONA – Peduli Karang “Serve to Conserve”
  • PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL – Nelayan Keramba & Fasilitas Eco-Resto (sebagai alternative pekerjaan bagi Nelayan Muroami / Kompresor)

Selanjutnya petugas Polhut BTNKpS membawa nelayan tersebut (Ayah Galang) dengan kapal dan perlengkapannya ke Kantor SPTN Wil I, Balai TN Kep Seribu yang ada di Lapangan untuk menjalani proses pembinaan dengan membuat surat pernyataan dihadapan Ka SPTN Wil I BTNKpS dan penyuluhan lebih lanjut oleh petugas penyuluh kehutanan (Didin S.Hut, yang diperankan oleh). Apabila mengulangi tindakan yang sama, maka baru akan diproses secara hokum melalui penyidik umum kepolisian RI atau penyidik perikanan yang telah mengatur dalam UU 41 th 20019 tentang perikanan. Sementara petugas Polhut dari Taman Nasional belum dapat memproses secara langsung karena belum diatur dalam UU no 5 tahun 19990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan ekosistemnya.

Dari pengalaman yang telah dilakukan proses lebih lanjut dari pengulangan penggunaan jaring muroami dan alat bantu kompresor ini baik ke PolAirud dan PSDKP pada tahun 2015 di Jakarta, juga belum dilakukan dengan tegas. Di sana juga hanya dilakukan pembinaan saja, sehingga nelayan pengguna jaring muroami dan kompresor kembali beroperasi meskipun sempat berhenti beberapa saat setelah dilakukan proses lebih lanjut kepada aparat yang berwenang.

Dalam film ini kami juga memberikan solusi bagi para Nelayan Muromi dan Kompresor untuk mendapat kesempatan bekerja sebagai Nelayan Keramba, dimana, hasil manfaat film ini juga akan dialokasikan untuk penambahan permodalan Nelayan Keramba secara Komunitas Kelompok, yang telah dibangun dan dibina oleh Bank Indonesia, bersinergi dengan pengembangan wilayah Eko-Wisata yang dikembangkan oleh Taman Nasional Kepulauan seribu

 

SCENE RUMAH SAKIT RSUD PULAU PRAMUKA

MENGANGKAT TEMA : SISTEM PEMULIHAN AKIBAT KERACUNAN NITROGEN & DEKOMPRESI (NELAYAN MENGGUNAKAN KOMPRESSOR) DENGAN MENGGUNAKAN FASILITAS MESIN CHAMBER

Nilai-nilai yang diangkat pada scene RSUD ini antara lain:

  • SOSIALISASI LARANGAN NELAYAN MENGGUNAKAN KOMPRESSOR
  • PROMOSI FASILITAS RSUD KEPULAUAN SERIBU – Fasilitas Chamber sebagai keunggulan untuk Kenyamanan Pariwisata (Diver)
  • AYO KE TAMAN NASIONAL

Meskipun telah mendapatkan pembinaan dan penyuluhan dari petugas BTNKpS, namun Ayah Galang, tetap melaut untuk menangkap ikan dengan jaring muroami dan alat bantu kompresor.  Namun naas, pada kesempatan ini ayah galang mengalami kecelakaan yaitu keracunan nitrogen sekaligus dekompresi sampai mengeluarkan darah dari hidung dan tidak sadarkan diri. Sehingga para ABK segera mambawanya ke RSUD Pulau Pramuka.

Dokter Iin yang sudah pengalaman menangani kecelakaan seperti ini, langsung menduga keras karena pemakaian kompresor hookah dan segera menanganinya antara lain pembersihan luka pendarahan, pemeriksaan pernafasan, tekanan darah serta detak jantung, selanjutnya dilakukan penanganan hiperbarik dengan menggunakan chamber. Penanganan hiperbarik ini untuk mengembalikan kondisi tekanan yang sesuai dengan kedalaman sebelumnya, sehingga dengan perlahan akan dapat mengeluarkan gas nitrogen yang ada pada pembuluh darah dan persendian pasien yang bersangkutan.

Galang dan Ibu Galang sangat terpukul dengan kejadian ini yang sebenarnya telah mendapatkan peringatan dari petugas BTNKpS serta pengalaman dari nelayan lain sebelumnya. Dikarenakan hasil dari penanganan di RSUD Pulau Pramuka yang cukup baik menyebabkan Ayah Galang dapat kembali sadarkan diri dan pulih.

 

SCENE KONSERVASI di BALAI TAMAN NASIONAL KEPULAUAN SERIBU

Nilai-nilai yang diangkat pada scene RSUD ini antara lain:

  • SOSIALISASI LARANGAN NELAYAN MENGGUNAKAN JARING MUROAMI
  • PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL – NELAYAN KERAMBA INTEGRASI DENGAN ECO-RESTO serta UMKM Eko-wisata secara keseluruhan
  • AYO KE TAMAN NASIONAL – SERVE to CONSERVE “PAKET TRIP WISATA KONSERVASI”
  • GERAKAN NASIONAL REVOLUSI MENTAL (INTEGRITAS, GOTONG ROYONG, ETOS KERJA)

 

Transplantasi Karang

Didin, S.Hut, petugas penyuluh Kehutanan BTNKpS (Arif Nilman) melakukan kegiatan penyuluhan tentang pentingnya ekosistem terumbu karang sebagai tempat berpijahnya berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya kepada beberapa nelayan termasuk kepada nelayan muroami-kompressor hookah (Ayah Galang).

Ibaratnya jika di darat ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem hutan di pegunungan sebagai sumber kehidupan  bagi semua makhuk di daratan termasuk manusia, ekosistem terumbu karang adalah hutan lindungnya di perairan. Sehingga Ekosistem terumbu karang merupakan sumber kehidupan bagi semua biota laut yang ada di perairan, untuk dapat dimanfaatkan nelayan sebagai sumber penghasilan. Sehingga sangat penting bagi nelayan sekitar untuk ikut menjaga dan melestarikan terumbu karang sebagai rumah ikan dan tempat berkembangbiaknya ikan dan biota laut lainnya.

Salah satu aktifitas manusia yang berkontribusi pada kerusakan ekosistem terumbu karang adalah jaring muroami yang mana dalam proses pemasangannya dilakukan dengan beberapa orang penyelam berjalan kaki di atas karang.

Untuk memperbaiki dan memulihkan kembali ekosistem terumbu karang yang rusak, maka dilakukan juga kegiatan rehabilitasi / transplantasi karang dengan metode rak. Kegiatan ini juga dibantu dan didokumentasikan oleh pemeran utama yaitu Galang.

 

Rehabilitasi Mangrove

Didin S.Hut dibantu Galang sebagai Kader Konservasi juga mengajak anak anak pulau melakukan kegiatan rehabilitasi mangrove yang juga sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat. Penanaman mangrove di Kepulauan Seribu menggunakan metode khusus dan tersendiri yang berbeda dengan metode dimanapun, yaitu metode rumpun berjarak. Metode ini sangat cocok diterapkan di kep seribu yang sangat miskin unsur hara, media pasir dan berbatu.

Terlihat juga hasil penanaman mangrove oleh masyarakat dan Taman Nasional 10 tahun silam yang telah menjelma menjadi ekosistem mangrove yang lebat dengan banyak biota laut juga di dalamnya.

Kegiatan transplantasi karang dan penanaman mangrove tersebut selain untuk memulihkan ekosistem yang rusak, juga menjadi daya Tarik tersendiri bagi pengunjung dan wisatawan. Mereka bisa ikut aktif juga menanam dan memelihara karang dan mangrove sebagai wisata konservasi serta wisata bahari dengan telah dibangunnya tracking mangrove di Pulau Kelapa Dua dan Pulau Pramuka.

admin1000

Add comment

Choose Language »