Gerakan 1000

Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Traveloka Mendukung Komunitas Sineas Muda dalam Produksi Film Impian 1.000 Pulau

Jakarta – Hari Sumpah Pemuda yang kerap diperingati pada 28 Oktober setiap tahunnya, sangat melekat sebagai hari yang melambangkan semangat dan menegaskan cita-cita berdirinya bangsa Indonesia oleh para pemuda & pemudi Indonesia. Namun, di era saat ini, tantangan anak muda Indonesia yang harus dihadapi bukan lagi penjajahan asing, melainkan tantangan zaman yang kian beragam. Mulai dari berkembangnya ilmu pengetahuan, pemanfaatan teknologi, ide kreativitas, dan lain-lain.

Dalam rangka memperingati momen Sumpah Pemuda, Traveloka, turut mendukung kreativitas anak muda yang tergabung dalam Komunitas Sineas Muda dalam pembuatan film Impian 1.000 Pulau. Sufintri Rahayu, Public Relations Director Traveloka mengungkapkan, “Kami menyambut baik dan mendukung kreativitas Komunitas Sineas Muda yang menggagas film Impian 1.000 Pulau. Film ini dapat berperan sebagai media komunikasi penyampaian pesan yang mengajak generasi muda untuk tidak hanya bermimpi, melainkan juga memerlihatkan bagaimana generasi muda dapat terus gigih dalam berusaha untuk mewujudkan mimpinya”.

Film Impian 1.000 Pulau digagas oleh Komunitas Sineas Muda Indonesia sejak tahun 2015, disutradarai oleh Napthali Ivan (19 tahun), ditulis oleh Ernest Lesmana (22 tahun), Produser oleh Kevyn Augusta (20 tahun), Shareen Natalie (19 tahun) serta didampingi oleh Produser dari Kepulauan Seribu, Yayi Puspita Sari (17 tahun) dan Siti Soleha Sari (17 tahun). Film ini berceritakan tentang hubungan Galang, seorang anak nelayan (Karel Susanteo) yang ingin mengejar mimpinya namun ditentang oleh sang Ayah (Rifnu Wikana), yang melakukan penangkapan ikan dengan cara Muroami yakni dengan menggunakan kompresor.

Selain itu, film Impian 1.000 Pulau juga menampilkan kisah realita impian anak pesisir di seluruh Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Dalam proses pembuatannya, film Impian 1.000 Pulau berusaha menampilkan sisi kehidupan perkotaan metropolitan DKI Jakarta yang juga memiliki sisi kehidupan masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan dan telah mampu menyinergikan empat pilar bangsa yaitu, Pemerintah, Komunitas, Pelaku Usaha dan Akademisi untuk membuktikan kekuatan dari kata ‘Gotong Royong’.

Dengan menggunakan sistem inkubasi kreatif terintegarasi, film ini juga memiliki dampak sosial, di mana seluruh keuntungan dari film Impian 1.000 Pulau akan didedikasikan untuk pengembangan UMKM berbasis Eco Tourism di Kepulauan Seribu dan setiap pembelian satu tiket akan dikontribusikan untuk satu bibit tanaman Mangrove. “Hal ini merupakan bagian dari aksi nyata anak muda Indonesia membantu merestorasi terjadinya kerusakan Mangrove di Indonesia dan Traveloka sangat mendukung terciptanya ekosistem pariwisata yang berkelanjutan”, tambah Sufintri.

Dalam rangka mencapai target 5 juta penonton, hari ini Traveloka sebagai mitra pendukung, turut berpartisipasi pada acara Gala Premier Film Impian 1.000 Pulau #1ticket1mangrove yang diadakan mulai tanggal 29 Oktober 2018 (wilayah DKI Jakarta). Film Impian 1.000 Pulau akan mulai tersedia untuk umum mulai 12 November 2018 di bioskop terdekat.

Revolusi Mental di Balik Film Impian Seribu Pulau

Penjualan tiket film akan mendukung program one ticket one mangrove.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Film Impian Seribu Pulau diluncurkan. Dengan semangat Sumpah Pemuda, Gala Premier Film Impian 1000 Pulaudigelar pada Senin (29/10) di CGV Plaza Indonesia.

“Lebih dari 800 penonton hadir di dalam acara Gala Premier Film Impian 1000 Pulau yang juga diramaikan oleh siswa SMA maupun SMK yang tidak saja berasal dari Jakarta tetapi juga dari Bekasi dan Depok” ujar Ivonny Zakaria Ketua Gerakan 1000.

Kisah dalam film yang diinisiasi oleh Sineas Muda Indonesia yang merupakan karya putra-putri Indonesia yang disutradarai oleh Naphtali Ivan (20) dan ditulis oleh Ernest Lesmana (23) serta didukung oleh seluruh kru film yang masih berusia SMA. Ivon menjelaskan dengan adanya pesan Revolusi Mental ini, diharapkan generasi muda dapat memiliki semangat yang tinggi dalam membangun Bangsa Indonesia dan mendukung pembangunan berkelanjutan secara nyata.

“Nilai revolusi mental yang diangkat adalah integritas dan menceritakan kisah selama 2,5 tahun anak-anak di Kepulauan Seribu dan di darat yang terlibat di dalam pembuatan film tetap tekun walaupun banyak rintangan dan dianggap tidak mampu membuat film karena masih muda,” kata Ivon.

Selain integritas, Film Impian 1000 Pulau juga menekankan nilai gotong royong yang dapat dilihat dari kolaborasi seluruh pihak untuk mendukung seluruh tahapan pembuatan hingga peluncuran film ini.

“Pembuatan film ini didukung oleh Kemenko PMK bersama berbagai kementerian, lembaga, akademisi, koorporasi, sektor swasta hingga komunitas masyarakat untuk mendukung kesiapan Pulau Seribu sebagai salah satu Kawasan Startegis Pariwisata Nasional (KSPN)”. Hal ini menunjukkan kuatnya implementasi gotong royong sehingga Film Impian 1000 Pulau berhasil diluncurkan setelah 2,5 tahun kami produksi,” kata Ivon.

Penjualan tiket akan mendukung program one ticket one mangrovesehingga selain menonton film, para penonton juga berkontribusi terhadap pelestarian mangrove di seluruh Indonesia. “Selain itu, hasil penjualan tiket ini juga didedikasikan untuk pemberdayaan UMKM berbasis ekowisata, pemberdayaan nelayan berbasis ekowisata, pendidikan dan kesehatan anak-anak kepulauan yang dilakukan melalui koperasi binaan yang dibangun bersama khusus untuk pengelolaan hasil tersebut,” kata dia.

Film Impian 1000 Pulau yang dibintangi oleh Karel Susanteo, Yoriko Angeline, Rifnu Wikana, Arzenda, Asri Welas, Chicco Kurniawan, Rahmet Ababil, Arif Nilman, Wina Marino, Karine Ulfa, Angeline dan Habiebie  akan ditayangkan di seluruh bioskop di Jakarta mulai tanggal 12-23 November 2018 dan kemudian diikuti di berbagai daerah lainnya di Indonesia. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Film ini, informasi dapat diakses melalui www.gerakan1000.com dan #1ticket1mangrove.

Beli Satu Tiket Menonton Film Impian 1000 Pulau Berarti Tanam Satu Bibit Mangrove

http://berita.baca.co.id/25707595?origin=relative&pageId=b4ccff35-ea2b-4a83-9e4c-a9acb186199e&PageIndex=2

Film Impian Seribu Pulau Beli Satu Tiket Tanam Satu Mangrove

Gerakan 1000 bersama Sineas Muda melaksanakan Gala Premiere Film lmpian 1000 Pulau (29/10) pukul 17.00 – 19.00 wib bertempat di CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta.
Pemutaran perdana film ini dihadiri oleh seluruh Kepala Sekolah dan Ketua OSIS se-Jakarta serta beberapa undangan dari kalangan pemerin tah yang juga telah memberikan dukungan dalam pembuatan film ini. film impian 1000 pulau ini adalah bentuk komitmen anak muda dari Gerakan 1000 dalam merehabilitasi lingkungan di Indonesia.
Setiap pembelian satu tiket film ini sama dengan menanam satu pohon mangrove. Anak-anak muda di Pulau Seribu juga bergabung menjadi volunteer dalam produksi film, diharapkan dapat meningkatkan UMKM di Pulau Seribu. Selain itu, artis senior dan komika Indonesia turut ambil bagian pada film ini.
Digagas oleh Komunitas Sineas Muda Indonesia (yang berasal dari anak muda usia sekolah dari Cikarang, Jawa barat, mulai November 2015 disutradarai oleh Naptali Ivan (19th) ditulis oleh Ernest Lesmana (22th), dengan Produser Kevyn Augusta (20th), Shareen Natalie (19th) serta didampingi oleh Produser dari Kepulauan Seribu, Yayi Puspita Sari (17th) dan Siti Soleha Sari (17th) beserta seluruh kru dari Kepulauan Seribu mengangkat cerita tentang hubungan Galang.
Seorang Anak Nelayan (Karel Susanteo) yang ingin mengejar mimpi namun ditentang oleh ayahnya (Rifnu Wikana) yang melakukan penangkapan ikan dengan cara muro-ami, yaitu menangkap ikan dengan cara menumbukkan kepala karang guna menakuti ikan agar keluar dari karang, dampaknya tentu saja punahnya terumbu karang.
“Kisah film ini adalah tentang anda, saya dan kita semua, tentang bagaimana kita sebagai bangsa mengimplementasikan nilai Pancasila, Revolusi Mental dan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan (17 UN SDG’s) secara nyata.” ujar Dr. Rima Agristina selaku penasihat Gerakan 1000.
Beliau mengajak anak muda untuk mewujudkan rasa kecintaan kepada Indonesia dengan kerja nyata bersama, “Kerja Kita-Prestasi Bangsa”.
Tidak hamya sekedar bercerita, tetapi menampilkan realita impian anak Pesisir di seluruh Indonesia yang memang merupakan negara kepulauan terbesar di Dunia, Anak yang bangga dilahirkan dan dibesarkan di pulau yang memiliki mimpi mengapai peluang di kota yang lebih maju untuk membangun Pulau mereka.
Film ini berusaha menampilkan sisi kehidupan perkotaan metropolitan DKI Jakarta yang juga memiliki sisi kehidupan masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai Nelayan dan mayoritas berasal darl suku Bugis (Sulawesi Selatan), Dalam proses pembuatannya, film ini telah mampu mensinergikan empat pilar bangsa.
Pemerintah, Komunitas, Pelaku Usaha dan Akademisi untuk membuktikan kekuatan dari arti kata “Gotong Royong”, menggunakan sistem inkubasi kreatif terintegrasi sehingga membawa dampak pada munculnya kelompok masyarakat Ekonomi Kreatif berbasis Eco wisata secara berkesinam bungan, melalui peluncuran Paket Wisata Budaya dan Konservasi di Studio Alam TN Pulau Kelapa Dua pada saat GALA PREMIERE
Sang produser pun telah mengemas cara Promosi yang kreatif dan out of the box untuk mencapai target lima juta penonton melalui pengadaan PESONA MARATHON GALA PREMIER #1ticket1mangrove.
FILM IMPIAN 1000 PULAU yang akan diadakan sinergi di tiga Provinsi, mulai hari ini tanggal 29 Oktober 2018 (wilayah DKI Jakarta). Tiket dijual dengan sistem ONLINE PRESALE mulai tanggal 1 Oktober 2018 lalu di www.gerakan1000.com.
Ini Semua bukan tentang film, melainkan apa yang kita bisa lakukan setelah film ini dirilis, dampak apa yang Kita bisa berikan, dengan #1ticket1mangrove Film Impian 1000 Pulau berkomitmen untuk mengrehabilitasi lingkungan Indonesia” sebut Naphtali  ivan, sebagai sutradara dari Film Impian 1000 Pulau
Sebagai dampak sosial, seluruh keuntungan film akan didedikasikan untuk pengembangan UMKM berbasis Eco- wisata di Kepulauan Seribu, pembuatan sistem Tele Medicine di Pulau Sabira, serta multiplikasi pembuatan Film ataupun TV Series yang dikerjakan oleh anak usia sekolah dalam satu tahun ke depan.
Rifnu Wikana, sebagai salah satu pemain juga menjelaskan kepeduliannya terhadap lingkungan di Indonesia, khususnya Hutan Mangrove.
“Faktanya adalah hutan mangrove menjadi salah satu subjek utama bagi pengembangan lingkungan di Indonesia, sementara kondisi hutan mangrove itu kritis.
Padahal Mangrove punya manfaat seperti; mencegah pemanasan global, mencegah erosi pantai, dan habitat perikanan.” Rifnu juga menjelaskan bahwa banyak habitat ikan yang telah rusak di Pulau Seribu, yang juga diangkat ke film. “Maka dari itu kita memulai campaiqn 1ticket1mangrove” ujar Rifnu.
Banyak pihak yang mendukung acara ini yaitu BCA, Transjakarta, Tiket.com, PT Protelindo, Traveloka, Virtues Internasional, Indonesia Terbaru, Dulux, LSPR, IPMI, Rancho Market, serta didukung oleh pemerintah DKI, Seribu island, Dewan Ketahanan Nasional (WanTan Nas), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Bank Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wonderful Indonesia, Bekraf, Otoritas Jasa Keuangan RI,  telah bersepakat untuk mengajak seluruh pihak lainnya baik secara personal, komunitas maupun perusahaan untuk bersama kita sukseskan #1ticket1mangrove dalam mencapai rekor Nasional maupun Dunia sebagai Prestasi Kerja Bersama untuk INDONESIA. **(Red-08)

Sony Puji Film Impian, Edukatif dan Berpesan Revolusi Mental

Jakarta, Gesuri.id – Gala Premiere dari film Impian 1000 Pulau berlangsung meraih saat digelar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (29/10). Film hasil karya anak-anak Pulau Seribu itu mendapat banyak apresiasi, antaranya dari politisi PDI Perjuangan, Sony Kusumo.

Edukatif dan ada pesan revolusi mental di dalam film Impian 1000 Pulau, baik jalan ceritanya ataupun dalam proses pembuatannya,” ujar Sony Kusumo setelah menghadiri pemutaran perdana Impian 1000 Pulau.

Sony Kusumo memuji anak-anak Pulau Seribu yang berani belajar untuk ikut serta dalam produksi pembuatan film. “Biasanya kan anak-anak pulau itu identik dengan melaut, tapi mereka seperti keluar dari zonanya untuk belajar hal lain,” kata Caleg PDI Perjuangan Dapil 3 DKI Jakarta itu.

Film Impian 1000 Pulau sendiri bercerita tentang Galang, seorang anak nelayan yang bercita-cita menjadi pembuat film. Namun sayang keinginan Galang ditentang oleh ayahnya yang berkehendak agar sang anak melanjutkan profesinya sebagai nelayan.

Awal pengerjaan film ini digagas Komunitas Sineas Muda Indonesia mulai November 2015 disutradarai oleh Naphtali Ivan, ditulis oleh Ernest Lesmana dengan produser Kevyn Augusta, Shareen Natalie. Mereka didampingi Produser dari Kepulauan Seribu, serta kru dari Kepulauan Seribu.

Tidak hanya penuh pesan edukasi, film Impian 1000 Pulau ini juga mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan dengan kampanye #1Ticket1Mangrove. Keuntungan dari film Impian 1000 Pulau akan didedikasikan untuk pengembangan UMKM berbasis Eco-wisata di Kepulauan Seribu.

Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Traveloka Mendukung Komunitas Sineas Muda Dalam Produksi Film Impian 1.000 Pulau

Jakarta, 29 Oktober 2018 – Hari Sumpah Pemuda yang kerap diperingati pada 28 Oktober setiap tahunnya, sangat melekat sebagai hari yang melambangkan semangat dan menegaskan cita-cita berdirinya bangsa Indonesia oleh para pemuda & pemudi Indonesia. Namun, di era saat ini, tantangan anak muda Indonesia yang harus dihadapi bukan lagi penjajahan asing, melainkan tantangan zaman yang kian beragam. Mulai dari berkembangnya ilmu pengetahuan, pemanfaatan teknologi, ide kreativitas, dan lain-lain.

Dalam rangka memperingati momen Sumpah Pemuda, Traveloka, turut mendukung kreativitas anak muda yang tergabung dalam Komunitas Sineas Muda dalam pembuatan film Impian 1.000 Pulau. Sufintri Rahayu, Public Relations Director Traveloka mengungkapkan, “Kami menyambut baik dan mendukung kreativitas Komunitas Sineas Muda yang menggagas film Impian 1.000 Pulau. Film ini dapat berperan sebagai media komunikasi penyampaian pesan yang mengajak generasi muda untuk tidak hanya bermimpi, melainkan juga memerlihatkan bagaimana generasi muda dapat terus gigih dalam berusaha untuk mewujudkan mimpinya”.

Film Impian 1.000 Pulau digagas oleh Komunitas Sineas Muda Indonesia sejak tahun 2015, disutradarai oleh Napthali Ivan (19 tahun), ditulis oleh Ernest Lesmana (22 tahun), Produser oleh Kevyn Augusta (20 tahun), Shareen Natalie (19 tahun) serta didampingi oleh Produser dari Kepulauan Seribu, Yayi Puspita Sari (17 tahun) dan Siti Soleha Sari (17 tahun). Film ini berceritakan tentang hubungan Galang, seorang anak nelayan (Karel Susanteo) yang ingin mengejar mimpinya namun ditentang oleh sang Ayah (Rifnu Wikana), yang melakukan penangkapan ikan dengan cara Muroami yakni dengan menggunakan kompresor.

Selain itu, film Impian 1.000 Pulau juga menampilkan kisah realita impian anak pesisir di seluruh Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Dalam proses pembuatannya, film Impian 1.000 Pulau berusaha menampilkan sisi kehidupan perkotaan metropolitan DKI Jakarta yang juga memiliki sisi kehidupan masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan dan telah mampu menyinergikan empat pilar bangsa yaitu, Pemerintah, Komunitas, Pelaku Usaha dan Akademisi untuk membuktikan kekuatan dari kata ‘Gotong Royong’.

Dengan menggunakan sistem inkubasi kreatif terintegarasi, film ini juga memiliki dampak sosial, di mana seluruh keuntungan dari film Impian 1.000 Pulau akan didedikasikan untuk pengembangan UMKM berbasis Eco Tourism di Kepulauan Seribu dan setiap pembelian satu tiket akan dikontribusikan untuk satu bibit tanaman Mangrove. “Hal ini merupakan bagian dari aksi nyata anak muda Indonesia membantu merestorasi terjadinya kerusakan Mangrove di Indonesia dan Traveloka sangat mendukung terciptanya ekosistem pariwisata yang berkelanjutan”, tambah Sufintri.

Dalam rangka mencapai target 5 juta penonton, hari ini Traveloka sebagai mitra pendukung, turut berpartisipasi pada acara Gala Premier Film Impian 1.000 Pulau #1ticket1mangrove yang diadakan mulai tanggal 29 Oktober 2018 (wilayah DKI Jakarta), 1 November 2018 (Jawa Barat) dan 10 November 2018 (Sulawesi Selatan). Film Impian 1.000 Pulau akan mulai tersedia untuk umum mulai 12 November 2018 di bioskop terdekat. Untuk dapat menyaksikan film Impian 1.000 Pulau, pengguna Traveloka juga dapat membeli tiket nonton melalui tautan berikut http://bit.ly/Traveloka- Impian1000Pulau.

Sumber : https://pressrelease.kontan.co.id/release/memperingati-hari-sumpah-pemuda-traveloka-mendukung-komunitas-sineas-muda-dalam-produksi-film-impian-1000-pulau

Film Impian 1.000 Pulau Usung Semangat Revolusi Mental

Pertama.id-Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendukung penuh pembuatan film Impian 1.000 Pulau. Proses pra-peluncuran film ini dilakukan sekaligus dengan pihak pendukung di Dapur Solo Panglima Polim, Jakarta, Selasa (2/10) siang.

Kegiatan pra-peluncuran ini cukup menarik, karena ada unsur revolusi mental di dalamnya yang memang diusung oleh pemerintahan di era Presiden RI Joko Widodo ini. Uniknya adalah, setiap tiket yang dijual dari film ini akan dirupakan juga dalam bentuk penanaman satu pohon mangrove.

Karena itu, agar target penjualan tiket dan penonton tersebut mencapai jumlah yang diinginkan dan seiring dengan penanaman mangrove, ada gerakan dari para produser muda pembuat film 1000 impian. Gerakan itu adalah dengan membuat event maraton bertajuk Pesona Marathon Gala Premier 1 tiket 1 mangrove film Impian 1000 Pulau.

“Proses promosi untuk mencapai penonton sampai dengan 5 juta ini akan dilakukan dengan out of the box oleh rekan-rekan kita dari para produser,” kata Ivonny Zakaria, ketua Gerakan 1000 yang mendukung pembuatan film Impian 1000 Pulau ini.

Menanggapi program ini, Kemenko PMK merasa senang karena gerakan ini cukup mumpuni untuk membantu menjaga alam Indonesia. Dalam film ini, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK Nyoman Shuida melihat ada semangat besar dari generasi muda untuk menjaga alam Indonesia.

“Kami senang, di sini terlihat gerakan revolusi mental itu terus berjalan. Kami berharap film ini bisa mencapai target bahkan melebihi penontonnya,” terangnya.

Film Impian 1000 Pulau digagas oleh Komunitas Sineas Muda Indonesia (yang berasal dari anak muda usia sekolah dari Cikarang, Jawa Barat) mulai November 2015 disutradarai oleh Naphtali Ivan, ditulis oleh Ernest Lesmana dengan Produser Kevyn Augusta, Shareen Natalie. Mereka didampingi oleh Produser dari Kepulauan Seribu, serta crew dari Kepulauan Seribu.

Film ini mengangkat cerita tentang Galang, seorang Anak Nelayan yang ingin mengejar mimpi namun ditentang oleh ayahnya yang melakukan penangkapan ikan dengan cara Muroami, yakni menggunakan kompresor yang dilarang.

“Film ini tidak hanya sekadar cerita, tetapi menampilkan realita impian anak Pesisir di seluruh Indonesia yang memang merupakan Negara Kepulauan terbesar di Dunia. Anak yang bangga dilahirkan dan dibesarkan di pulau yang memiliki mimpi menggapai peluang di Kota yang lebih maju untuk membangun Pulau mereka,” tutupnya.

Sumber : https://www.pertama.id/film-impian-1-000-pulau-usung-semangat-revolusi-mental/

SETJEN WANTANNAS DUKUNG GERAKAN #1TICKET1MANGROVE

Setjen Wantannas di bawah kepemimpinan Letjen TNI Doni Monardo turut mendukung gerakan 1000 #1Ticket1Mangrove melalui Nonton Bareng (Nobar) Gala Primier Film lmpian 1000 Pulau di CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta, Senin (29/10/2018). Gala Premier #1Ticket1Mangrove Film impian 1000 digelar di tiga provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.

Pembuatan film ini merupakan wujud komitmen anak muda dari Gerakan 1000 dalam merehabilitasi lingkungan di Indonesia. Setiap pembelian satu tiket film sama dengan menanam satu pohon mangrove. Tujuan lainnya, diharapkan dari pemutaran film ini dapat meningkatkan UMKM di Kepulauan Seribu.

Gerakan 1000 merupakan gerakan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan dengan pendekatan quadruple helix (4 helix) dengan penerapan prinsip-prinsip Gerakan Revolusi Karakter. Gerakan 1000 merupakan pilot project ekonomi kreatif terintegrasi yang didukung oleh K/L pemerintah diantaranya Setjen Wantannas. Disamping itu, komunitas, pelaku usaha dan akademisi pun turut mendukung gerakan ini.

Acara Nobar dihadiri oleh seluruh pegawai Setjen Wantannas. Ada pula perwakilan dari perbankan, sineas muda, akademisi, hingga pelajar.

Sebagai informasi, Film Impian 1000 Pulau yang ditulis oleh Ernest Lesmana serta diproduseri oleh Kevin Augusta dan Shareen Natalia ini mengangkat cerita tentang hubungan seorang anak nelayan yang ingin mengejar mimpi namun ditentang oleh ayahnya yang kerap melakukan

penangkapan ikan dengam cara menumbukkan kepala karang dengan tujuan untuk menakut-nakuti ikan agar keluar dari karang, Cara seperti ini tentu saja berdampak pada punahnya terumbu karang.

Pesan moral yang terkandung dari film ini adalah bagaimana kita sebagai bangsa mengimplementasikan nilai Pancasila, revolusi karakter dan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan (17 UN SDG’s) secara nyata. Pesan khusus untuk generasi muda, agar mewujudkan rasa kecintaan kepada Indonesia dengan kerja nyata bersama.

Sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, Setjen Wantannas senantiasa mendukung program-program yang menjadi prioritas pemerintah. Salah satunya adalah pelestarian lingkungan dengan memanfaatkan media film sebagai media untuk mengedukasi. (www.wantannas.go.id)

Sumber : https://www.wantannas.go.id/2018/10/31/setjen-wantannas-dukung-gerakan-1ticket1mangrove/

Gerakan 1000 Pulau – 1 Tiket, 1 Manggrove

JAKARTA – Tepat 2.5 tahun sejak penandatanganan DEKLARASI GERAKAN1000, Proyek pembekalan Ekonomi Kreatif Terintegrasi (dengan pilot Program di Kepulauan Seribu, sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) KITA BISA, KITA PEDULI, KITA BERUBAH, tanggal 31 Maret 2016, antara Founder Sineas Muda Indonesia (Naphtali Ivan) dengan Bupati Kepulauan Seribu (Budi Utomo) dan Tokoh Masyarakat Kepulauan Seribu, bersama Mitra GERAKAN1000 baik Pemerintah, yang diwakili oleh Asdep Kemenko Perekonomian RI (Hamdan), Asdep Kemenko PMK RI (Iwan Eka dan Magdalena), Asdep Kemenko Maritim RI (Tubagus Rismunandar), Ka. Pusbang Film Kemendikbud (Maman Wijaya), Bank Indonesia Kpw DKI Jakarta (Doni Joewono), Bekraf (Wawan Rusiawan), dan Pelaku Usaha yang diwakili oleh PATA Indonesia Chapter (Poernomo Siswoprasetjo).

Ditetapkannya Ivonny Zakaria (sebagai ketua GERAKAN1000) didampingi oleh para penasehat : DR. Rima Agristina SH, SE, MM, Ambawani Restu Widi (Bank Indonesia KPW DKI Jakarta), Errys Maart (Ka. SPTN Wilayah l Kepulauan Seribu DKI Jakarta) telah berhasil melakukan lebih dari 42 Giat dan pembekalan secara Mandiri dan Gotong Royong dalam menuju pembuatan Film Layar Lebar Elang, yang kini telah selesai dikerjakan oleh anak-anak SMAN 69, MAN I Kampus B Pulau Harapan serta perwakilan anak-anak dari darat SMKN 23, SMAN 86, SMK Kristen Kanaan, SMKN 61 Jakarta, SMAN 17, SMAN 86, SMA Dian Harapan Lippo Cikarang, SMA Global Sevilla, SMP & SMA IPEKA Internasional, yang kini diberi nama FILM IMPIAN 1000 Pulau.

FILM IMPIAN 1000 PULAU digagas oleh Komunitas Sineas Muda Indonesia (yang berasal dari anak muda usia sekolah dari Cikarang, Jawa Barat) mulai November 2015 disutradarai oleh Naphtali Ivan (19th), ditulis oleh Ernest Lesmana (22th), dengan Produser Kevyn Augusta (20th), Shareen Natalie (19th) serta didampingi oleh Produser dari Kepulauan Seribu, Yayi Puspita Sari (17th) dan Siti Soleha Sari (17th) beserta seluruh CREW dari Kepulauan Seribu mengangkat cerita tentang Hubungan Galang, seorang Anak Nelayan (Karel Susanteo) yang ingin mengejar MIMPI namun ditentang oleh ayahnya (Rifnu Wikana) yang melakukan penangkapan ikan dengan cara Muroami menggunakan Kompresor. Film ini juga didukung oleh artis Senior maupun artis stand-up comedy.

“FILM IMPIAN 1000 PULAU tidak hanya sekedar cerita, tetapi menampilkan realita impian anak Pesisir di seluruh Indonesia yang memang merupakan Negara Kepulauan terbesar di Dunia. Anak yang bangga dilahirkan dan dibesarkan di pulau yang memiliki mimpi menggapai peluang di Kota yang lebih maju untuk membangun pulau mereka.FILM IMPIAN 1000 PULAU berusaha menampilkan sisi kehidupan perkotaan metropolitan DKI Jakarta yang juga memiliki sisi kehidupan masyarakat Pesisir yang berprofesi sebagai Nelayan dan mayoritas berasal dari suku Bugis (Sulawesi Selatan),” sebut Ketua GERAKAN1000, Ivonny Zakaria dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Dalam proses pembuatannya FILM IMPIAN 1000 PULAU telah mampu mensinergikan 4 pilar bangsa ; Pemerintah, Komunitas, Pelaku Usaha dan Akademisi untuk membuktikan kekuatan dari arti kata “Gotong Royong”, menggunakan sistem inkubasi kreatif terintegrasi sehingga membawa dampak pada munculnya kelompok masyarakat Ekonomi Kreatif berbasis Eco-wisata secara berkesinambungan, melalui peluncuran

(Foto/Ist)

Paket Wisata Budaya dan Konservasi di Studio Alam TN Pulau Kelapa Dua pada saat gala premier film IMPIAN 1000 PULAU. Produser Muda yang tergabung dalam Team Pembuat FILM IMPIAN 1000 PULAU telah mengemas cara Promosi yang kreatif dan out of the box untuk mencapai target 5 juta Penonton melalui pengadaan event PESONA MARATHON GALA PREMIER #1ticket1mangrove FILM IMPIAN 1000 PULAU yang akan diadakan sinergi 3 Provinsi, mulai tanggal 29 Oktober 2018 (wilayah DKI Jakarta), 1 November 2018 (Jawa Barat) dan 10 November 2018 (Sulawesi Selatan). Yang akan dijual dengan sistem ONLINE PRESALE mulai tanggal 1 Oktober 2018 di www.gerakan1000.com 1 ticket yang dibeli berarti telah menanam 1 Bibit Mangrove sebagai aksi nyata anak muda Indonesia membantu merestorasi terjadinya kerusakan Mangrove di Indonesia.

Sebagai dampak sosial, seluruh keuntungan dari FILM IMPIAN 1000 PULAU akan didedikasikan untuk pengembangan UMKM berbasis Eco-wisata di Kepulauan Seribu, pembuatan sistem Tele Medicine di Pulau Sabira, serta multiplikasi pembuatan Film ataupun TV Series yang dikerjakan oleh anak usia sekolah dalam satu tahun ke depan.

FILM IMPIAN 1000 PULAU telah didukung oleh UNESCO Hongkong, Transjakarta, BCA, PT Protelindo, Indonesia Re, PT Akzo Nobel, Ranch Market, ITX, Traveloka, LSPR, IPMI, OJK KR I Jakarta Banten, Jamkrida, bersepakat untuk mengajak seluruh pihak lainnya baik secara personal, komunitas maupun perusahaan untuk bersama kita sukseskan #1ticket1mangrove dalam mencapai rekor Nasional maupun Dunia sebagai Prestasi Kerja Bersama untuk INDONESIA. FILM IMPIAN 1000 PULAU adalah bukti, dengan hati tulus, kerja keras, komitmen dan kerjasama dengan berbagai pihak, kita bisa lakukan sesuatu yang besar, tidak peduli berapa usia kita. Kalau KAMI PUNYA MIMPI, APA MIMPI LOE?! Yuk… semua teman-teman usia SMA SMK (khususnya), gabung di Komunitas Sineas Muda Indonesia, ini saatnya kita berkarya bagi INDONESIA. Kalau kami bisa, kalian juga pasti Bisa!!!
KITA BISA – KITA PEDULI – KITA BERUBAH.(Rls/red)

Sumber : https://www.terasbalinews.com/gerakan-1000-pulau-1-tiket-1-manggrove/

SERIBU ORANG PENUHI GALA PREMIERE FILM “IMPIAN 1000 PULAU”

Tepat ditanggal 29 Oktober 2018 Gerakan 1000 bersama Sineas Muda menggelar GALA PREMIERE Film “Impian 1000 Pulau” di CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Pemutaran perdana film ini dihadiri oleh seluruh Kepala Sekolah dan Ketua OSIS se-Jakarta serta beberapa undangan dari berbagai kalangan dan instansi Pemerintah yang juga telah memberikan dukungan dalam pembuatan film ini antara lain Bank Indonesia, OJK, BCA, PATA, Kemenkomar, PMK, Taman Nasional Kepulauan Seribu, Pemkab Adminstratif Kepulauan Seribu, dan lain-lain.  Rombongan artis senior dan artis muda serta Komunitas Abnon Seribu juga hadir.

Adapun anak-anak muda di Pulau Seribu juga bergabung menjadi volunteer dalam produksi film, dan diharapkan dapat meningkatkan UMKM di Pulau Seribu. Selain itu, beberapa artis senior dan Komika Indonesia, juga turut ambil bagian pada film ini.

Digagas oleh Komunitas Sineas Muda Indonesia yang berasal dari anak muda usia sekolah dari Cikarang, Jawa Barat, mulai November 2015 lalu dan disutradarai oleh Naphtali Ivan , ditulis oleh Ernest Lesmana, dengan Produser Kevyn Augusta, Shareen Natalie serta didampingi oleh Produser dari Kepulauan Seribu, Yayi Puspita Sari dan Siti Soleha Sari beserta seluruh kru dari Kepulauan Seribu, film ini bercerita tentang hubungan Galang, seorang Anak Nelayan (Karel Susanteo) yang ingin mengejar mimpi namun ditentang oleh ayahnya (Rifnu Wikana) yang melakukan penangkapan ikan dengan cara Muro-ami, yaitu menangkap ikan dengan cara menumbukkan kepala karang guna menakuti ikan agar keluar dari karang, dampaknya tentu saja punahnya terumbu karang.

Sebagai mitra digital Gerakan 1000, tim ITX juga ikut hadir dalam acara GALA PREMIERE mensupport acara, networking dengan para undangan dan tentu saja nonton bersama. Platform digital ITX digunakan sebagai booking system untuk penjualan online tiket file ekowisata ini, baik untuk pembelian individual maupun grup atau kolektif.

Acara yang berlangsung dari jam 16.00 hingga 21.00 WIB ini menggelar dua sesi nobar dengan penonton hamper 1000 orang. Selain acara nobar, Gerakan1000 juga menampilkan makanan khas kemasan produksi ibu-ibu dari Kepulauan Seribu, yang ditawarkan kepada penonton. Oleh-oleh terdiri dari makanan seperti olahan sukun, ikan dan beberapa sambel khas dengan kemasan yg higienis hasil binaan Gerakan1000.

Berbagai penonton memberikan pujian terhadap film ini sebagai seuatu keberhasilan membangun kreatifitas dan inovasi yang melibatkan masyarakat dan pelajar Kepualuan Seribu. Cerita film yang menyentuh serta kualitas gambar yang tidak kalah dibandingkan film komersial juga diapresiasi oleh para penonton.

Tiket Film “IMPIAN 1000 PULAU” untuk jadwal nonton selanjutnya di DKI tanggal 12 hingga 23 November dapat dipesan secara online di www.itx.co..id/plan-yout-trip dan www.gerakan1000.com. Ayo pesan tiketnya, tonton film-nya dan sumbangkan mangrove untuk Kepulauan Seribu.

PESAN TIKETNYA, TINGGALKAN JEJAK DIGITALMU : https://goo.gl/NXxNMB

Salam Wonderful Indonesia, kembangkan pariwisata melalui perfilman !

Sumber : http://www.itx.co.id/event-and-news/58/blog-post.html

Choose Language »